Koran Jakarta | December 17 2017
No Comments

Rivalitas Ronaldo-Messi Berlanjut di Piala Dunia

Rivalitas Ronaldo-Messi Berlanjut di Piala Dunia

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Ronaldo dan Messi yang telah meme­nangkan penghargaan Pemain Terbaik FIFA sejak tahun 2008, nyaris tidak am­bil bagian tahun di Piala Dunia 2018.

ZURICH – Ke­mungkinan gelaran Piala Dunia tanpa Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi ternya­ta dugaan yang salah. Tapi turna­men sepakbola terbesar yang akan ber­langsung tahun depan itu akan kehilangan setelah kegagalan Amerika Serikat lolos ke Russia 2018.

Di sisi lain, Panama me­nunjukkan bahwa sangat mungkin bagi negara-negara kecil untuk lolos tanpa memper­luas putaran final menjadi 48 tim, yang direncanakan untuk edisi 2026. Panama bergabung dengan Islandia dalam mencapai putaran final turnamen tersebut untuk pertama kalinya. Juara Amerika Selatan Chile, seperti juara Afrika Kamerun, gagal mendapatkan tiket ke Russia.

Dua puluh tiga dari 32 finalis kini telah diputuskan sementara sisanya akan diselesaikan pada bulan November dengan empat tempat dari playoff Eropa, dua playoff antarbenua dan putaran terakhir kualifikasi Afrika, di mana persaingan di tiga grup masih terbuka.

Brasil, yang akan tam­pil di Piala Dunia ke-21 mereka, tetap menjadi satu-satunya timnas yang selalu hadir di final dan telah lolos jauh sebelum drama yang terjadi awal pekan ini.

Ronaldo dan Messi, yang te­lah memenangkan penghargaan Pemain Terbaik FIFA sejak ta­hun 2008, menatap pertandingan terakhir dengan belum yakin apa­kah mereka akan ambil bagian ta­hun depan.

Kekhawatiran tersebut mereda setelah hattrick Messi membuat Argentina menang 3-1 atas Ekua­dor untuk memastikan tempat mereka. Semetara Portugal ber­hasil menang 2-0 atas Swiss.

Amerika Serikat, salah satu anggota FIFA yang paling pen­ting dalam hal komersial, tidak seberuntung itu saat kalah 1-2 dari Trinidad dan Tobago. Hasil itu yang dikombinasikan dengan kemenangan untuk Panama atas Honduras, mengakhiri tujuh pe­nampilan berturut-turut AS di putaran final.

Belanda, semifinalis 2014 dan runner-up pada 2010, juga akan absen saat juara empat kali Ita­lia, yang terakhir gagal lolos pada 1958, menghadapi laga playoff dua leg pada November.

Dampak ketidakhadiran AS akan dirasakan di lembaga penyi­aran Fox, yang mengambil alih li­putan Piala Dunia dari ESPN dan dimulai dengan turnamen pada 2018.

Hari Bersejarah

Laju pertama Panama ke pu­taran final Piala Dunia mem­buat Presiden Juan Carlos Va­rela mengumumkan hari libur nasional. Dia menggambarkan­nya di Twitter sebagai “hari ber­sejarah bagi negara” itu.

Meski demikian kemenangan 2-1 mereka atas Kosta Rika juga menyoroti keputusan mengejut­kan FIFA untuk tidak memanfaat­kan teknologi garis gawang da­lam kualifikasi. Pada laga itu bola tampak tidak sepenuhnya mele­wati batas garis gawang pada gol pertama Panama.

Keberhasilan Panama juga memperkuat anggapan bahwa perluasan Piala Dunia menjadi 48 tim tidak diperlukan untuk me­mungkinkan negara-negara yang lebih kecil untuk ambil bagian.

Islandia, dengan populasi ku­rang dari 350.000 jiwa, menjadi negara terkecil yang lolos ke final sementara Cape Verde, dengan populasi 550.000, masih dalam pertarungan untuk salah satu tempat lain di Afrika.

Piala Dunia dengan peserta lebih banyak mungkin juga akan merubah kompetisi kualifikasi, terutama di Amerika Selatan. Kali ini hanya dua poin yang memis­ahkan lima tim yang bertarung untuk dua tempat langsung dan tempat playoff sebelum laga tera­khir, Selasa.

Ketegangan berakhir dengan Uruguay, Argentina dan Kolombia bergabung dengan Brasil di Rus­sia. Sementara hasil imbang 1-1 cukup bagi Peru untuk memas­tikan tempat kelima dan meng­hadapi laga playoff antar benua. Peru masih berpeluang untuk tampil pertama kali sejak 1982.

Peru berhasil menyelinap di depan Chile dengan unggul selisih gol setelah juara Copa America itu kalah 0-3 dari Brasil dan turun ke posisi enam. Mereka juga berhu­tang budi kepada Venezuela yang menghentikan upaya Paraguay merebut tempat playoff dengan kemenangan mengejutkan 1-0 di Asuncion. ben/Rtr/S-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment