Koran Jakarta | September 22 2018
No Comments
Bencana Alam - Sebanyak 12 Sekolah Terdampak Banjir di Sampang Diliburkan

Ribuan Rumah di Cirebon Terendam Banjir

Ribuan Rumah di Cirebon Terendam Banjir

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Hujan deras di Cirebon menyebabkan banjir di Kecamatan Gunung Jati dan mengakibatkan ribuan rumah di wilayah tersebut terendam.

CIREBON - Sampai saat ini ada sekitar tujuh ribu rumah dari 11 desa terendam banjir dengan ketinggian 50–60 sentimeter. Banjir di Kecamatan Gunung Jati karena intensitas hujan beberapa hari ini tinggi dan diperparah dengan aliran sungai yang dangkal, mengakibatkan air tidak tertampung.

“Kalau di Kecamatan Gunung Jati ada 11 desa dan perkiraan sementara sekitar tujuh ribu rumah yang terdampak,” kata Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, Eman Sulaeman, di Cirebon, Jawa Barat, Selasa (13/3). Eman mengatakan pihaknya masih terus mendata berapa jumlah rumah yang secara pasti terdampak banjir.

Selain itu adanya air rob yang memperparah terjadinya banjir di Kecamatan Gunung Jati. Sudah tiga hari banjir belum surut. Air sudah mulai surut, namun masih ada genangan. Selain di Kecamatan Gunung Jati, banjir juga sempat merendam ribuan rumah di Kecamatan Susukan dan Ciwaringin dengan ketinggian air rata-rata 80 sampai 100 sentimeter.

Prakirawan Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Jatiwangi Majalengka, Ahmad Faa Iziyn, mengatakan wilayah Cirebon berpotensi hujan pada Selasa siang hingga malam hari dengan intensitas sedang hingga lebat. Potensi hujan merata yaitu di Kota/Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan.

Untuk di Kabupaten Indramayu, tambah Ahmad, pada Selasa siang hanya berpotensi hujan intensitas ringan, begitu juga pada dini hari, namun malam harinya ada potensi hujan sedang. BMKG mengimbau masyarakat tetap mewaspadai adanya hujan intensitas tinggi karena bisa menimbulkan bencana, baik longsor maupun banjir.

“Selama bulan Maret ini juga perlu diwaspadai potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, dan lainnya,” kata Ahmad. Akibat intensitas hujan tinggi beberapa hari lalu, ribuan rumah di Kabupten/Kota Cirebon dan Majalengka terendam banjir. Hujan juga menyebabkan tanah longsor yang sempat melumpuhkan akses warga di Kuningan dan Majalengka.

Sekolah Diliburkan

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sampang, Moh Jupri Riyadi, mengatakan pihaknya meliburkan 12 sekolah terdampak banjir karena luapan Kali Kamuning di daerah itu. Langkah ini dilakukan karena ruang kelas dan halaman sekolah penuh lumpur akibat banjir, sehingga kegiatan belajar mengajar tidak bisa digelar.

Sedikitnya 12 sekolah di Sampang terdampak banjir luapan Kali Kamuning setelah kota itu diguyur hujan dalam dua hari terakhir. Ke-12 sekolah yang terdampak banjir Senin malam, yaitu SMP Negeri 6, SMP Abu Rasyad, SDN Dalpelang I dan V, serta SDN Rongtengah I, II, dan IV. Sekolah lainnya adalah SMK Negeri I Sampang, TK Pertiwi, TK Al-Maarif, TK Nurul Hidayah, dan SMP Negeri 2 Sampang.

“Jumlah sekolah yang terdampak banjir ini berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan oleh petugas tim reaksi cepat BPBD Pemkab Sampang tadi,” ujar Kepala BPBD Pemkab Sampang, Anang Djoenaidi. SB/SM/Ant/N-3

Tags
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment