Koran Jakarta | April 21 2019
No Comments
Kerja Sama Bilateral

RI-Taiwan Tingkatkan Perlindungan Pekerja Migran

RI-Taiwan Tingkatkan Perlindungan Pekerja Migran

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Pemerintah In­donesia melalui Kantor Da­gang dan Ekonomi Indonesia di Taipei (IETO) melakukan penandatangan nota kesepa­haman (MoU) dengan Kantor Dagang dan Ekonomi Taipei di Jakarta (TETO) mengenai perekrutan, penempatan, dan perlindungan pekerja migran Indonesia.

Penandatangan MoU di­lakukan oleh Kepala IETO, Didi Sumedi, dan Kepala TETO, John C Chen, disaksikan loleh Menteri Ketenagakerjaan RI, M Hanif Dhakiri, dan Men­teri Tenaga Kerja Taiwan, Hsu Ming Chun, di Taipei, Taiwan, Jumat (14/12).

Dengan adanya MoU ini, para pihak sepakat untuk mempromosikan kolaborasi bilateral dan pertukaran da­lam hal pelatihan kejuruan, pengembangan keterampilan, bantuan kerja, start-up un­tuk wanita, pembangunan ka­pasitas bagi disabilitas melalui platform organisasi internasio­nal atau mekanisme kemitraan regional.

Menaker Hanif Dhakiri da­lam keterangan tertulisnya, mengatakan penandatangan MoU ini menjadi acuan kerja sama kedua belah pihak un­tuk meningkatkan kualitas SDM pekerja migran Indone­sia yang bekerja di Taiwan se­hingga lebih terlindungi dan meningkat kesejahteraannya.

“Kerja sama antara peme­rintah Indonesia dengan Tai­wan dapat diperkuat dalam upaya meningkatkan perlin­dungan dan ke­s e jahteraan pekerja mi­gran yang b e k e r j a luar ne­geri serta m e n c e ­gah masuk­nya pekerja migran ilegal yang unprosedural dan undocumented,” kata Hanif.

Taiwan merupakan negara tujuan pekerja migran Indo­nesia yang menempati urutan kedua, setelah Malaysia. Sejak Januari hingga Oktober 2018, tercatat sebanyak 60.408 pe­kerja migran Indonesia di­tempatkan di Taiwan untuk bekerja pada berbagai sek­tor, antara lain sektor do­mestik, manufaktur, dan per­ikanan.

Sementara itu, Menteri Tenaga Kerja Taiwan, Hsu Ming C h u n , m e n g ­apresiasi pekerja Indonesia, baik dari sisi kedisiplinan maupun sopan-santun. “Pe­kerja asal Indonesia memi­liki perilaku yang sangat baik, mereka sering memenangkan penghargaan yang kami beri­kan bagi para pekerja domes­tik, hampir seluruh pemenang dari Indonesia,” kata dia.

Selain itu, Hsu berharap jika ada permasalahan menge­nai pekerja akan lebih baik jika diselesaikan secara bilateral. “Kami sangat ingin menjaga hubungan baik dengan In­donesia, bagaimanapun juga kerja sama yang selama ini di­bangun sangat menguntung­kan bagi pertumbuhan eko­nomi,” ujar Hsu. ang/E-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment