Koran Jakarta | October 16 2018
No Comments
Kerja Sama Bilateral

RI-Malaysia Perkuat Industri Otomotif

RI-Malaysia Perkuat Industri Otomotif

Foto : istimewa
I Gusti Putu Suryawirawan
A   A   A   Pengaturan Font

Jakarta – Indonesia dan Malaysia sepakat berkolaborasi mengembangkan industri otomotif yang kompetitif di pasar Asia Tenggara atau ASEAN. Upaya ini sekaligus memperdalam struktur manufaktur dan melengkapi kebutuhan komponen di kedua negara, sehingga bisa mengendalikan pasar otomotif di ASEAN.

“RI bersama Malaysia ingin menjadi pelopor di ASEAN, karena kita menyadari ASEAN satu kekuatan ekonomi cukup besar,” ungkap Dirjen Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan di Jakarta, Jumat (10/8).

Langkah sinergi kedua negara itu ditandai melalui pertukaran nota perjanjian atau Memorandum of Agreement (MoA) antara pelaku usaha otomotif Malaysia dan Indonesia disaksikan oleh Menteri Perdangangan dan Industri Internasional Malaysia Darell Leiking dan Dirjen KPAII Kemenperin.

Kerja sama itu meliputi pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM), penguatan rantai pasok, peningkatan daya saing industri komponen serta melakukan kegiatan riset dan pengembangan. “Kami memberikan apresiasi kepada IOI dan MAI untuk memacu industri otomotif bersama,” ungkap Putu.

 

Bernilai Tambah

Menurut Putu, RI dan Malaysia memiliki kekuatan bersama dengan tersedianya jumlah 2.000 industri komponen.

Mereka siap menghasilkan produk bernilai tambah tinggi guna mendukung industri otomotif seusai tren global dan selera konsumen saat ini.

“Jadi, diharapkan nantinya, membuat komponen bersama yang kritikal dan nonkritikal untuk diproduksi dan dipasarkan di Asean,” ujarnya.

Seperti diketahui, ASEAN salah satu pasar potensial untuk memasarkan produk otomotif. Dengan populasi yang sangat besar hingga mencapai 650 juta jiwa, ASEAN menjadi potensi market, khususnya bagi industri otomotif.

Saat ini, pemerintah RI fokus memacu pengembangan dan daya saing industri otomotif.

Pasalnya, sektor ini menjadi satu dari lima industri yang akan menjadi pionir dalam penerapan revolusi industri generasi keempat sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0.

Presiden IOI, I Made Dana Tangkas menyampaikan pihaknya dan MAI mendorong joint venture antara perusahaan komponen otomotif RI dan Malaysia agar dapat memenuhi kebutuhan principal di kedua negara. 

 

ers/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment