Koran Jakarta | September 19 2019
No Comments
Pemindahan Ibu Kota - Tak Ada Kerugian Ekonomi bagi Rio de Janeiro, sedangkan Brasilia Bertumbuh

RI Bisa Belajar dari Pengalaman Brasil

RI Bisa Belajar dari Pengalaman Brasil

Foto : Berbagai sumber – Litbang KJ/and
A   A   A   Pengaturan Font
Selain berhasil mendorong pemerataan jumlah penduduk, pemindahan ibu kota Brasil juga berhasil mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.

 

JAKARTA – Pemerintah berharap pemindahan ibu kota negara dapat mendorong pemerataan pembangunan dan ekonomi yang selama ini masih terpusat di Pulau Jawa. Karena itu, Indonesia dinilai bisa belajar dari pengalaman Brasil memindahkan ibu kot­anya ke Brasilia dari Rio de Ja­neiro sekitar 59 tahun lalu.

Menteri PPN/ Kepala Bap­penas, Bambang Brodjone­goro, menyatakan ibu kota baru harus didesain dan dip­ikirkan oleh bangsa Indonesia sendiri. Dia menambahkan, Jakarta dibangun dan dide­sain oleh pemerintah kolonial, VOC, Hindia Belanda sebagai pusat pemerintahan, dan ke­mudian diteruskan menjadi ibu kota negara hingga saat ini.

“Kita ingin bangun dengan kemampuan sendiri. Ibu kota yang dibangun secara khusus dan memiliki tata kota dan urban planning yang sangat baik dan nyaman untuk peng­huninya,” ujar Bambang da­lam diskusi bertema Pindah Ibu Kota Negara: Belajar dari Pengalaman Negara Sahabat, di Kementerian PPN/Bappe­nas, Jakarta, Rabu (10/7).

Bambang mengatakan ide pemindahan ibu kota bukan hal baru. Dalam 100 tahun, lebih dari 30 negara sukses me­mindahkan ibu kota. Sejarah mencatat, setiap 3–4 tahun ter­jadi pemindahan ibu kota, bah­kan akhir-akhir ini berlangsung hampir setiap dua tahun sekali.

Menurut Mantan Menteri Keuangan itu, Indonesia harus belajar dari negara yang sudah berhasil memindahkan ibu kota, salah satunya Brasil. Se­lain Brasil, banyak negara me­mindahkan ibu kota. Malaysia yang pusat administrasinya ke Putrajaya. Korea Selatan dari Seoul ke Sejong. Kazakhstan dari Almaty ke Astana, juga Australia ke Canberra.

Namun, Indonesia punya satu keunikan, satu-satunya neg­ara kepulauan terbesar di dunia. Menurut Bambang, ada satu ala­san pemindahan ibu kota yang mungkin mirip dengan Brasil, meskipun Brasil kontinen.

Pemerataan Penduduk

Awalnya, pemindahan ibu kota Brasil dari Rio de Janeiro ke Brasilia pada 1960 bertujuan untuk memeratakan sebaran penduduk Brasil. Alhasil, se­puluh tahun awal pascapemin­dahan ibu kota negara, per­tumbuhan penduduk Brasilia mencapai 14,4 persen per ta­hun dibandingkan Rio de Ja­neiro yang hanya 4,2 persen per tahun.

Tak hanya pemerataan se­baran penduduk, pemindahan tersebut juga berhasil memacu perekonomian di Brasilia dan sekitarnya. “Saat ini, Brasilia memiliki pendapatan per kap­ita tertinggi di Brasil. Brasilia juga berjasa bagi penyebaran agribisnis karena peran sen­tralnya sebagai kota di tengah-tengah negara Brasil,” jelas Duta Besar Brasil untuk Indo­nesia, Rubem Barbosa.

Mantan Duta Besar LBPP RI untuk Brasil, Sudaryomo Har­tosudarmo, mengungkapkan tak ada kerugian ekonomi yang dialami Rio de Janeiro akibat pemindahan ibu kota, sedan­gkan Brasilia mengalami dam­pak positif signifikan. mad/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment