Koran Jakarta | July 24 2017
No Comments
Pertahanan Udara

RI Beli Sukhoi Su-35 untuk Jaga Natuna

RI Beli Sukhoi Su-35 untuk Jaga Natuna

Foto : dok koran jakarta
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA. – Pemerintah Indonesia dikabarkan ingin mempercepat pembelian sebanyak delapan pesawat jet tempur Sukhoi Su-35 dari Russia. Hal ini diperlukan untuk mengantisipasi terjadinya konflik di Laut Tiongkok Selatan, khususnya untuk menjaga kawasan Kepulauan Natuna.

Menurut IHS Jane’s Defence Weekly, sebuah mingguan pertahanan yang menjadi acuan banyak kalangan, saat ini Indonesia dan Russia sedang bernegosiasi terkait pengadaan namun belum menandatangani kesepakatan.

Indonesia sangat berminat memiliki pesawat tempur multifungsi seperti Sukhoi Su-35 guna meningkatkan kemampuan pertahanan udara. Dikabarkan juga, Jakarta sedang berupaya menekan Moskow untuk menurunkan harga Sukhoi Su-35, melakukan transfer teknologi.

Sementara Moskow berharap Indonesia membeli dalam jumlah banyak. Bahkan, Russia akan memberikan pinjaman jangka panjang untuk membantu Indonesia membeli jet tempur canggih tersebut.

Keinginan Indonesia memiliki pesawat jet tempur supercanggih dan mahal buatan Russia itu karena ingin menjaga wilayahnya dari ancaman Tiongkok, yang mulai melakukan klaim atas wilayah Laut Tiongkok Selatan, termasuk Natuna. Indonesia tidak ingin kehilangan Kepulauan Natuna karena daerah ini kaya akan sumber daya.

Masih Nego

Sebelumnya, Menteri Pertahanan (Menhan), Ryamizard Ryacudu, mengatakan Indonesia dan Russia belum menyepakati harga pembelian pesawat tempur Sukhoi Su-35.

“Tunggu saja. Saya masih ditawar,” kata Menhan, Jumat pekan lalu. Ryamizard mengatakan Indonesia berencana membeli delapan unit pesawat tempur Su-35 dari Rusia. Dia mengatakan proses tawar-menawar antara pemerintah Indonesia dan Russia masih berlangsung.

“Sekarang masih delapan dulu lah, ini masih nego harga,” tuturnya. Ryamizard enggan memberitahukan nilai yang ditawarkan pemerintah Indonesia kepada Russia untuk membeli pesawat tempur itu.

Menurutnya, pemerintah Indonesia seharusnya mendapatkan harga beli pesawat yang tidak mahal karena Indonesia banyak memasok alat persenjataan dari Rusia. “Nggak mau dong kayak dulu dulu beli heli mahal dari Vietnam. Kita ada persenjataan dari mereka (Russia), tapi mereka (Rusia) tidak ada, tapi kita beli mahal,” ujarnya.

Hingga kini, kepastian Sukhoi Su-35 akan hadir di hanggar TNI AU menggantikan F-5E/F Tiger II masih belum terjadi. Negosiasi harga dan transfer teknologi bisa menjadi faktor penghalang keputusan pembelian pesawat tempur Sukhoi Su-35.

Harga yang ditawarkan dan skema serta jenis transfer teknologi yang diberikan Russia untuk membangun bersama pesawat tempur itu di Indonesia menjadi hal yang masih mengganjal.

Pemerintah Indonesia saat ini menegaskan hanya membeli benda dan peralatan perang dari luar negeri jika ada transfer teknologi dan produksi bersama. Sumber Russia yang dikutip pada Singapore Air Show 2016 lalu, menyatakan, jumlah unit Sukhoi Su-35 yang akan dibeli Indonesia masih sangat sedikit untuk memungkinkan Russis memberi kedua hal itu, yaitu transfer teknologi dan produksi bersama.

Pada Juni lalu, Duta Besar RI untuk Federasi Rusia, Wahid Supriyadi, mengonfirmasi bahwa Indonesia berencana membeli delapan unit pesawat tempur multiperan Su-35 lengkap dengan permintaan transfer teknologi dari Rusia. Sukhoi Su-35 direncanakan hadir menggantikan pesawat F-5 buatan AS milik Angkatan Udara RI yang sudah usang.  Ant/ibtimes/AR-2

Tags
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment