Restrukturisasi Kredit di BNI Melonjak | Koran Jakarta
Koran Jakarta | May 30 2020
No Comments
Kinerja Triwulan I-2020

Restrukturisasi Kredit di BNI Melonjak

Restrukturisasi Kredit di BNI Melonjak

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Restrukturisasi kredit di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk/BNI akibat dampak Pandemi Covid-19 melonjak signifikan. Hal itu terlihat pada pemaparan kinerja triwulan I-2020 yang disampaikan perseroan awal pekan ini. Direktur Tresury dan International BNI, Putrama Wahju Setyawan di Jakarta, Senin (19/5), mengatakan hingga akhir Maret 2020, total restrukturisasi kredit baru mencai 6,2 triliun rupiah, dengan total 3.884 debitur. Namun, memasuki April 2020, realisasi pinjaman yang direstrukturisasi meningkat signifikan menjadi 69 triliun rupiah, dengan total 103.447 debitur.

“Sektor terbesar yang terdampak adalah perdagangan, restoran, dan hotel, sebesar 38,4 persen atau 26,8 triliun rupiah, sektor perindustrian 18,4 persen atau 12,8 triliun rupiah, serta sektor transportasi, pergudangan, dan komunikasi 16,2 persen atau 11,3 triliun rupiah,” kata Putrama.

Sedangkan berdasarkan segmentasi, yang paling terdampak adalah segmen kecil dengan realisasi restrukturisasi sebesar 27,4 triliun rupiah atau 39,3 persen dari total restrukturisasi hingga April 2020. Menurut Putrama, restrukturisasi kredit kepada debitur terdampak Covid-19 tersebut dilakukan dengan merujuk pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 11 Tahun 2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019.

“Asesmen terhadap debitur dilakukan secara kasus per kasus agar sesuai dengan kemampuan keuangan atau arus kas debitur,” katanya.

Skema restrukturisasi itu diberikan dalam bentuk penurunan suku bunga, perpanjangan jangka waktu kredit, penundaan pembayaran angsuran pokok, atau kombinasinya. BNI juga lanjut Putrama telah dan akan melakukan stress test secara berkala untuk mengetahui potensi dampak wabah terhadap kemungkinan penurunan kualitas kredit. Metode stress test yang dilakukan antara lain mengidentifikasi sektor-sektor yang diduga akan terdampak Covid-19, baik secara langsung maupun tidak langsung, serta melakukan quantitative assessment untuk mengetahui ketahanan kondisi debitur dengan beberapa asumsi, di antaranya penurunan volume penjualan dan harga pokok penjualan.

Selektif Berekspansi

Berkaitan dengan kinerja pada triwulan I-2020, BNI jelas Putrama mampu menumbuhkan pinjaman sebesar 11,2 persen secara tahunan atau year over year (yoy) dari 521,35 triliun rupiah pada triwulan I 2019 menjadi 579,60 triliun rupiah pada triwulan I 2020. Jika dibandingkan dengan posisi akhir tahun 2019, pinjaman tumbuh 4,1 persen secara year to date (ytd). Hal itu sejalan dengan strategi perseroan yang sangat selektif dalam melakukan ekspansi di tengah pandemi Covid-19.

bud/E-10

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment