Koran Jakarta | June 22 2018
No Comments

Respons Presiden di Isu Properti Global

Respons Presiden di Isu Properti Global
A   A   A   Pengaturan Font

Guna menyukseskan perhelatan akbar kelas dunia di isu perumahan tersebut, REI telah melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi terkait antara lain bertemu dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, kemudian bertemu Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Bahkan terakhir REI diberi kesempatan untuk bertemu dan melaporkan langsung rencana FIABCI Desember Meeting and Global Business Summit 2018 kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Kepada Bapak Presiden kami sampaikan bahwa saat ini nama Indonesia tengah berkibar di kancah properti internasional karena menjadi negara yang bisa mengembangkan rumah murah terjangkau (affordable housing) dengan melibatkan swasta dan dengan waktu yang relatif singkat,” ungkap Eman yang hadir ke Istana Negara didampingi Sekjen DPP REI Totok Lusida dan sejumlah pengurus DPP REI lainnya.

Totok mengungkapkan, dalam pertemuan tersebut selain menanyakan beberapa hal terkait isu-isu properti, presiden juga menyampaikan ucapan terimakasih dan antusias-nya terhadap REI yang selama ini telah mendukung pemerintah dalam penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi bahkan sampai tiga kali mengucapkan terimakasih kepada REI yang dianggap sebagai swasta murni pendukung utama Program Sejuta Rumah.

Antara lain REI dianggap telah menggerakkan pembangunan rumah bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan menjalin kerjasama dengan Korpri, dan juga kerjasama pembiayaan dengan PT Taspen dan PT Jamkrindo yang kini sudah ditindaklanjuti oleh Bappenas.

Menurut Totok, dalam pertemuan selama sekitar satu jam tersebut Presiden Jokowi juga menyampaikan kesediaannya untuk membuka dan menjadi pembicara utama (keynote speech) FIABCI Desember Meeting and Global Business Summit 2018 di Bali pada 8 Desember 2018. Sementara Rakernas REI 2018 yang berlangsung pada 7 Desember rencananya akan dibuka Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

“Presiden nantinya akan menyampaikan soal Program Sejuta Rumah dan pemenuhan hunian layak terjangkau bagi MBR di Indonesia dengan melibatkan peran swasta. Dimana diharapkan bisa menjadi percontohan dunia,” papar Totok. yun/E-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment