Resolusi WHO Prioritaskan Pemerataan Akses Obat dan Vaksin | Koran Jakarta
Koran Jakarta | May 30 2020
No Comments
Penanggulangan Covid-19

Resolusi WHO Prioritaskan Pemerataan Akses Obat dan Vaksin

Resolusi WHO Prioritaskan Pemerataan Akses Obat dan Vaksin

Foto : CHRISTOPHER BLACK/WORLD HEALTH ORGANIZATION/AFP
PERTEMUAN VIRTUAL I Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus saat pertemuan Majelis Kesehatan Dunia (WHA) ke-73 secara virtual dari Jenewa, Rabu (19/5).
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Resolusi yang diadop­si para anggota Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memprioritaskan pe­merataan akses yang universal, tepat waktu, dan terjangkau untuk produk kesehatan termasuk obat-obatan dan vaksin Covid-19.

“Indonesia secara konsisten meng­garisbawahi pentingnya hal ini dalam negosiasi. Bersama dengan negara berkembang dan negara least devel­oped countries, kami bekerja keras untuk menyertakan masukan kami di dalam resolusi,” kata Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, dalam kon­ferensi pers secara daring dari Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (20/5).

Sementara itu, hingga Kamis (21/5), angka kematian akibat virus korona (Covid-19) mencapai 329.761 orang dan pasien sembuh 2.026.147 orang di seluruh dunia. Artinya, jum­lah pasien sembuh hampir enam kali lipat lebih banyak dari korban me­ninggal. Adapun, jumlah kasus sudah menembus lima juta jiwa.

Resolusi yang diadopsi oleh 135 ne­gara dalam Majelis Kesehatan Dunia (World Health Assembly/WHA) ke-73 itu juga menekankan pentingnya me­mastikan pembangunan yang tepat waktu dan memadai, serta bantuan kemanusiaan bagi negara-negara ber­penghasilan rendah dan menengah.

Dalam pertemuan tersebut, Indo­nesia menyampaikan dukungan pada upaya global untuk meningkatkan tin­dakan pencegahan, deteksi, dan res­pons terhadap Covid-19 melalui pen­dekatan pemerintah dan masyarakat. “Dalam masa sulit seperti ini, multi­lateralisme harus menjadi landasan kerja sama internasional dalam pe­rang melawan Covid-19,” kata Retno.

Indonesia juga mendukung di­lakukannya evaluasi komprehensif terhadap penanganan Covid-19 se­kaligus pembenahan kinerja WHO guna menanggapi pandemi di masa mendatang. Evaluasi yang “tidak memihak, independen, dan kompre­hensif” yang tertuang dalam resolu­si tersebut telah disambut baik oleh Direktur Jenderal WHO, Tedros Ad­hanom Ghebreyesus, yang menjanji­kan bahwa proses itu akan dilakukan “pada saat awal yang paling tepat”.

Resolusi itu juga mendukung kerja yang berkelanjutan, termasuk me­lalui “misi lapangan” ilmiah, untuk mengidentifikasi sumber zoonosis atau hewan yang menjadi sumber virus, dan bagaimana hewan itu me­lintasi penghalang spesies hingga menulari manusia.

Pada bagian lain, Menlu Retno menegaskan anggota WHO sepakat untuk tidak melakukan penyelidik­an independen mengenai Covid-19. “Jika dilihat dalam resolusi mengenai respons terhadap Covid-19, tidak ada satu pun yang menyebutkan tentang penyelidikan,” katanya.

“Yang jelas, akan ada evaluasi komprehensif untuk meninjau peng­alaman yang didapat dan pelajaran yang dipetik dari respons kesehatan internasional oleh WHO terhadap Covid-19, serta dalam memperkuat tata kelola kesehatan global ke de­pan,” ujarnya. n Ant/fdl/AR-2

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment