Koran Jakarta | October 23 2018
No Comments
CottonInk

Representasi Kekinian Wanita Indonesia

Representasi Kekinian Wanita Indonesia

Foto : dok. CottonIn
A   A   A   Pengaturan Font

Saat ini, fesyen sudah menjadi bagian dari kebutuhan dan gaya hidup wanita masa kini. Bahkan fesyen kerap kali dijadikan salah satu bentuk pengekspresian diri seseorang.

 

Melalui fashion dapat mencerminkan identitas seseorang. Karena kebutuhan tersebutlah, menginspirasi CottonInk, brand fashion lokal Indonesia untuk meluncurkan sejumlah koleksi dengan menawarkan berbagai mood yang dapat disesuaikan dengan karakter unik wanita Indonesia masa kini bersamaan dengan perayaan ulang tahunnya ke sepuluh.

“Pesatnya perkembangan tren di industri fashion saat ini memunculkan standar-standar baru dalam berpakaian. Setiap wanita pada dasarnya ingin tampil menarik dan mengikuti tren. CottonInk percaya, pakaian yang dipilih sesuai dengan karakter akan membuat penggunanya merasa nyaman dan percaya diri menjalani hari-harinya yang padat dengan beragam aktivitas wanita modern,” tutur Carline Darjanto selaku Creative Director CottonInk dalam acara press conference CottonInk 10 Anniversary di Jakarta.

Dalam perayaannya ini, mereka berkolaborasi dengan menghadirkan figur wanita Indonesia masa kini yang dianggap sukses dengan menggambarkan dirinya sendiri dalam sebuah koleksi terbaru. Ada empat figur wanita yang dipilih, yaitu Isyana Sarasvati, Vanesha Prescilla, Dian Sastrowardoyo, dan Raisa.

“Jadi kami bekerja sama dengan empat figur wanita Indonesia yang dapat mewakili siapa wanita Indonesia itu. Wanita Indonesia masa kini yang berani menunjukkan potensinya dan menjadi sukses dengan cara dan jalannya masing-masing,” tambah Ria Sarwono, Brand & Marketing Director CottonInk di kesempatan yang sama.

Pada kolaborasinya yang melibatkan keempat figur wanita Indonesia ini, Carline menjelaskan setiap figur memiliki gayanya masing-masing. Pada koleksi kolaborasi dengan Isyana Sarasvati, mereka banyak menggunakan warna-warna sedikit gelap seperti maroon dan biru dongker. Color blocking menjadi ciri khas dalam koleksi CottonInk Isyana Sarasvati ini sesuai dengan kepribadian Isyana yang simpel dan easy going.

Terdapat pula desain garis-garis dan bunga yang terasa cocok sebagai gaya busana musim panas. Meskipun begitu, penggunaan warna yang gelap membuat koleksi tersebut cocok pula dikenakan untuk musim lainnya, terlebih menjelang pergantian musim gugur. Begitupun koleksi kolaborasi Vanesha Prescilla, mereka memilih menggunakan bahan-bahan sejuk seperti print rayon yang dikombinasikan dengan katun. Sehingga hasilnya sangat cocok untuk kepribadian Vanesha yang fresh, muda, sehingga mencerminkan gaya yang lebih kasual.

“Untuk Vanesha, gayanya yang sangat kasual tetapi dapat memberikan model yang menarik dan sesuai karakternya dia. Koleksinya juga banyak bermain pada print bahan yang digunakannya,” jelas Carline.

Untuk koleksi hasil kolaborasi dengan Dian Sastrowardoyo dan Raisa, CottonInk menunjuk labelnya Studio yang memang ditargetkan untuk pelanggan yang lebih dewasa dan berusia lebih matang, berbeda dengan label CottonInk yang menargetkan untuk wanita di awal usia 20 tahunan.

“Kolaborasinya dengan Dian Sastrowardoyo menampilkan sesuatu yang lebih tegas karena Dian telah menemukan apa yang ia ingin buat,” urai Carline.

Selain itu, koleksinya tersebut juga menggunakan color tone monokrom atau hitam putih sehingga menonjolkan kepribadian Dian yang bold. Bahan yang digunakan pun artsy print pada beberapa koleksi, dan ada pula yang menggunakan bahan menswear sehingga gayanya lebih maskulin. Namun dengan potongan yang modern dan neat, sisi feminin masih dapat ditampilkan.

Sementara Raisa sebagai koleksi kolaborasi penutup yang akan hadir pada November, memiliki konsep koleksi bertemakan resort, mengacu pada rumah di tepi pantai sehingga koleksinya terasa lebih bernuansa musim gugur.

Carline mengatakan Raisa tidak terlalu suka dengan baju yang longgar sehingga koleksi ini lebih pas pada badan. “Raisa suka siluet yang ada pinggangnya,” ujar Carline.

Untuk bahannya sendiri menggunakan laser cut sehingga berbeda dengan koleksi kolaborasi tiga yang lainnya. Adapun 3D printing yang menonjolkan sisi feminin dan kasual pada koleksi ini sehingga menambah apik koleksi CottonInk Raisa.

Koleksi kolaborasi dengan empat figur wanita Indonesia masa kini akan tersedia hingga November. Carline pun mengharapkan terobosan terbaru ini dapat menginspirasi para wanita Indonesia agar lebih percaya diri untuk meraih mimpinya dan dapat dengan mudah mempresentasikan dirinya sendiri.

 

gma/R-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment