Koran Jakarta | January 17 2018
No Comments
Prospek 2018 - Kondisi Makroekonomi Mendukung Pertumbuhan Reksa Dana

Reksa Dana Masih Terus Tumbuh

Reksa Dana Masih Terus Tumbuh

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font
Secara risiko reksa dana saham tetap yang tertinggi, kemudian risiko pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap diperkirakan cukup terkendali.

berJAKARTA – Industri reksa dana secara umum di tahun depan diproyeksikan masih akan mencatakan pertumbuhan positif. Bahkan, pertumbuhan industri reksa dana di tahun depan akan lebih baik dari tahun ini, yakni di atas 10 persen. Hal ini tidak lepas dari kondisi makroekonomi yang diharapkan akan terus tumbuh.

Demikian pendapat Analis Infovesta Utama, Wawan Hendrayana, dan Direktur Panin Asset Management, Rudiyanto yang dihubungi terpisah, di Jakarta, Minggu (10/12). Wawan mengatakan secara umum reksa dana saham diharapkan akan lebih baik di tahun depan, sedangkan reksa dana yang berbasis pendapatan tetap akan lebih rendah dari tahun ini.

“Secara persentase pertumbuhan reksa dana saham di tahun 2018 diperkirakan 10 persen, reksa dana campuran 8 persen, reksa dana pendapatan tetap 7 persen, dan reksa dana pasar uang 5 persen,” jelas Wawan. Hingga akhir 2017, pertumbuhan reksa dana diproyeksikan untuk reksa dana saham 7 persen, reksa dana campuran 8 persen, reksa dana pendapatan tetap 10 persen, dan reksa dana pasar uang 6 persen.

Kendati demikian, Wawan tetap menyarankan sebagai bentuk diversifikasi investasi dengan formasi 4-4-2, yakni 40 persen pada reksa dana saham, 40 persen pada reksa dana berbasis pendapatan tetap, dan 20 persen pada reksa dana pasar uang.

Secara risiko reksa dana saham tetap yang tertinggi, kemudian risiko pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap diperkirakan cukup terkendali, sepanjang tidak ada kenaikan bunga yang signifikan. “Untuk sentimen yang akan memengaruhi industri reksa dana di tahun depan, yakni suku bunga yang rendah,” tukas Wawan.

 

“Wait and See”

 

Sementara itu, Direktur Panin Asset Management, Rudiyanto, menjelaskan walaupun tahun depan merupakan tahun politik, namun sepanjang laba bersih perusahaan dapat tumbuh, kemudian dari sisi makro yakni inflasi dapat terkendali, maka industri reksa dana masih bisa membukukan pertumbuhan.

“Pertumbuhan industri reksa dana di tahun depan sepertinya akan sama seperti tahun ini,” jelas Rudiyanto. Dari sisi produk, Rudiyanto mengatakan pertumbuhan reksa dana tahun ini terbilang cukup bagus untuk reksa dana pendapatan tetap, sedangkan untuk reksa dana saham sepertinya masih akan wait and see.

“Kemungkinan pertumbuhan reksa dana saham di tahun depan akan lebih tinggi, namun tidak beda jauh dengan reksa dana pendapatan tetap,” papar Rudiyanto. Untuk reksa dana pendapatan tetap di tahun depan pertumbuhannya antara 7–9 persen, reksa dana saham 10–12 persen, sedangkan reksa dana campuran ada di antara kedua produk tersebut.

“Sesuai dengan tujuan keuangan saja yakni untuk jangka panjang pada reksa dana saham, jangka menengah reksa dana campuran, dan jangka pendek reksa dana pendapatan tetap atau reksa dana pasar uang,” jelas Rudiyanto.

Adapun hingga akhir 2017, pertumbuhan reksa dana pendapatan tetap kemungkinan bisa mencapai 9–10 persen, sedangkan reksa dana saham agak kurang memuaskan dan rata-rata berada di angka 5–6 persen. 

 

yni/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment