Koran Jakarta | October 18 2019
No Comments
Ankiti Bose, Pendiri dan CEO “Zilingo”

Punya Mimpi, Lalu Mengejarnya

Punya Mimpi, Lalu Mengejarnya

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

Platform Zilingo bermula dari membantu pedagang kecil menjual kepada konsumen dan sejak itu berkembang ke berbagai daerah baru, termasuk ke Indonesia.

Zilingo adalah pasar e-commerce yang menyediakan berbagai produk busana, kecantikan dan gaya hidup dari 30.000 pedagang yang sebagian besar berada di Asia Tenggara. Setiap bulan, lapak daring tersebut dikunjungi oleh lima juta orang dan untuk menangani permintaan yang ada.

Dalam setahun terakhir, Zilingo telah meningkatkan empat kali lipat tenaga kerja menjadi 420 orang di kantor yang tersebar di delapan pasar, yaitu Australia, Hong Kong, India, Indonesia, Filipina, Singapura, Thailand, dan AS.

Dikutip dari CNBC.com, perusahaan yang berbasis di Singapura itu telah mendapatkan dana segar 226 juta dollar AS atau sekitar 3,2 triliun rupiah dari modal ventura, Sequoia Capital.

Kini, Zilingo sudah menjadi perusahaan dengan nilai valuasi 970 juta dollar AS atau setara dengan 13 triliun rupiah. Kini, Zilingo menjadi bagian dari bisnis peningkatan pendapatan di Asia Tenggara yang memanfaatkan adopsi teknologi ponsel pintar.

Dalam pengajuan perusahaan pada regulator Singapura, 31 Maret 2017, Zilingo berhasil membukukan pendapatan sebesar 1,8 juta dollar Singapura, naik dari sekitar 434.000 dollar Singapura, sejak awal Maret 2016.

Dengan model terbuka, yakni penjual yang bermitra dengan Zilingo bisa menggunakan merek pribadi yang akhirnya langsung menghubungkan pembeli dengan penjual, kini pendapatan Zlingo tumbuh 12 kali lipat pada Maret 2018. Zilingo bermula dengan membantu pedagang kecil menjual kepada konsumen dan sejak itu berkembang ke berbagai daerah baru.

Ketika para pendiri perusahaan berurusan dengan ribuan penjual kecil, mereka menyadari bahwa banyak dari mereka yang tidak memiliki akses ke teknologi, modal, dan skala ekonomi.

Maka perusahaan memperluas, mengembangkan perangkat lunak, dan alat-alat lain untuk memungkinkan vendor mengakses pabrik dari Bangladesh ke Vietnam, dan juga membantu pengiriman lintas batas dan manajemen inventaris.

Sejak 2018, Zilingo bekerja dengan perusahaan teknologi keuangan untuk menyediakan modal kerja kepada penjual kecil sehingga mereka dapat membeli bahan baku untuk menghasilkan barang. Perusahaan dirintis oleh sang pendiri Ankiti Bose, seorang analis investasi di perusahaan modal ventura, Sequoia Capital, bersama sang rekan, insinyur perangkat lunak, Dhruv Kapoor.

Dalam sebuah pesta di Bangalore, India, 2015, Bose yang terinspirasi dengan keberadaan 15.000 stan penjual busana di Pasar Chatuchak, bertemu dan mengajak Kapoor membangun usaha itu, karena menyadari para penjual tidak memiliki peluang yang cukup untuk berkembang.

Dengan cepat, keduanya, menyadari bahwa mereka memiliki keterampilan yang saling melengkapi dan ambisi yang sama untuk membangun bisnis startup mereka sendiri.

Kemudian, dalam beberapa bulan, keduanya telah keluar dari pekerjaannya dan bersama-sama mengeluarkan modal sekitar 60.000 dollar AS untuk membangun Zilingo, platform e-commerce yang memungkinkan pedagang kecil di Asia Tenggara untuk menjual pakaian, aksesori, tas, sepatu, dan produk gaya hidup lainnya.

“Ini bukan cerita yang biasa, di mana para pendiri saling kenal selama bertahuntahun. Kami terhubung untuk memulai bisnis bersama,” kata Bose.

Siswa Unggul

Dibesarkan di India, pekerjaan ayah Bose sebagai insinyur di sebuah perusahaan minyak milik negara menyebabkan keluarga itu terus berpindah ketika dia masih kecil. Ibunya meninggalkan karier sebagai dosen perguruan tinggi dan mengabdikan waktunya untuk mengajar satu-satunya anak mereka di rumah.

Hasilnya, sebagai siswa Bose unggul dalam matematika dan ekonomi, dan akhirnya mendapatkan pekerjaan yang didambakan dengan konsultan McKinsey & Co di India, pada bidang meliput sektor teknologi, media, dan telekomunikasi yang sedang berkembang di India. Ankiti Bose lulus sebagai sarjana ekonomi dari St Xavier’s College, Mumbai, lalu bekerja dengan Sequoia Capital dan McKinsey & Company selama 3 tahun sebagai konsultan manajemen.

Selama itu, dia juga bekerja pada strategi dan operasi di berbagai industri. Kemudian di Sequoia, Ankiti Bose berspesialisasi dalam internet konsumen dan peluang eCommerce pada platform seluler. Wanita dengan mata hitam dan rambut coklat muda ini lahir pada 1991. Saat ini dia adalah salah satu wanita bisnis paling sukses yang memiliki kekayaan bersih jutaan dolar. Menurut majalah Forbes, kekayaan bersih Ankiti Bose dari Zilingo ditaksir sekitar 1,8 juta juta dollar AS.

Ankiti Bose merupakan salah satu pendiri dan CEO wanita India pertama dari perusahaan startup kapitalisasi pasar senilai 970 juta dollar AS. Menurut data Pitchbook tahun lalu, dari 239 startup yang didukung modal ventura di seluruh dunia bernilai setidaknya satu miliar dollar AS, hanya 23 yang memiliki pendiri wanita.

“Kami berdua puluh, bukan siapa-siapa, kecuali punya mimpi dan kami memutuskan untuk mengejarnya,” kata Bose. Untuk mendirikan Zilingo, dia mengambil risiko yang diperhitungkan, setelah mendapatkan keahlian mengevaluasi startup besar di Asia Tenggara di bisnis modal ventura, Sequoia India.

Ketika memulai, dia melihat peluang besar untuk membangun bisnis sendiri. “Saya terus mengangkat tangan dan berkata, ajari aku segalanya. Aku merusak pantatku, bekerja 18 jam sehari karena itu sangat menyenangkan,” kata Bose mengisahkan perjuangan awalnya. Meski sudah berkembang pesat, Zilingo masih mengejar peluang dengan model business to business (B2B) dalam rantai pasokan bisnis yang dijalaninya.  selocahyo/AR-2

BIODATA

Nama: Ankiti Bose

Tempat, Tanggal Lahir : Bengaluru, India, 1991

Pendidikan:
• Sarjana Ekonomi dan Matematika di St Xavier’s College, Mumbai (2012)

Karier:
• Konsultan Manajemen di Sequoia Capital dan McKinsey & McKinsey & Co, 2012–2014
• CEO Zilingo, 2015–sekarang

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment