PSBB di 124 Kabupaten/Kota Akan Dilonggarkan | Koran Jakarta
Koran Jakarta | May 30 2020
No Comments
Covid-19 I Gugus Tugas Catat Penambahan Harian Tertinggi

PSBB di 124 Kabupaten/Kota Akan Dilonggarkan

PSBB di 124 Kabupaten/Kota Akan Dilonggarkan

Foto : Sumber: Covid19.go.id
A   A   A   Pengaturan Font
Sebanyak 124 kabupaten dan kota itu tergolong daerah hijau lantaran belum ada laporan kasus positif Covid-19 di sana.

 

JAKARTA – Menteri Perencanaan Pembangunan Na­sional (PPN) /Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa, mengatakan sebanyak 124 kabupaten dan kota siap dibuka atau dilonggarkan pembatasan sosialnya setelah dinilai aman dari penularan virus korona. Pelonggaran pembatasan sosial itu berarti aktivitas di luar 11 sektor yang beroperasi selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akan diizinkan beraktivitas kembali.

“Ada 124 kabupaten dan kota yang siap untuk di­buka karena sampai saat ini wilayahnya hijau,” kata Su­harso melalui video conference, Rabu (20/5).

Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo, me­nyatakan 124 kabupaten dan kota itu tergolong daerah hijau lantaran belum ada laporan kasus positif Covid-19 di sana. Kendati demikian, Doni mengatakan Gugus Tugas tetap akan memantau 124 daerah tersebut sebelum mengizink­an adanya pelonggaran pem­batasan sosial di sana.

Doni menambahkan, 124 kabupaten dan kota ini seba­gian berada di wilayah kepu­lauan sehingga pemerintah menilai terjamin keamanan­nya bila dilonggarkan pem­batasan sosialnya meskipun tetap harus dikontrol ketat.

“Saya sebutkan saja pertama Aceh ada 14 kabupaten kota, Banten 1, Bengkulu 1, Goronta­lo 1, Jambi 1, Jawa Barat 1, Jawa Tengah 1, Kalimantan Barat 2, Kalimantan Tengah 1, Kaliman­tan Timur 1, Kepulauan Bangka Belitung 1, Kepulauan Riau 4, Lampung 5, Maluku 6, dan Ma­luku Utara 5, kemudian NTT 15, Papua 18, Papua Barat 6, Riau 2, Sulawesi Barat 1, Sulawesi Selatan 1, Sulawesi Tengah 3, Sulawesi Tenggara 5, Sulawesi Utara 5, Sumatera Barat 2, Su­matera Selatan 5, dan Sumatera Utara 16,” tutur Doni.

Peningkatan Luar Biasa

Di tempat terpisah, Juru Bi­cara Pemerintah untuk Penanganan Virus Korona, Achmad Yurianto, mengatakan terjadi penambahan kasus harian ter­tinggi Covid-19 dalam sehari, berdasarkan data yang dihim­pun hingga Kamis (21/5) pukul 12.00 WIB. Dalam 24 jam tera­khir, tercatat ada penambahan 973 pasien positif Covid-19. Dengan penambahan tersebut, total ada 20.162 kasus Covid-19 di Tanah Air.

“Peningkatan ini luar biasa. Ini yang tertinggi (selama ini). Di Jawa Timur khususnya,” ujar Yuri.

Sementara itu, kasus sem­buh meningkat 263 orang se­hingga total menjadi 4.838 orang. Kasus meninggal 36 orang sehingga menjadi 1.278 orang, serta total 392 kabu­paten/kota di 34 provinsi yang telah terinfeksi korona.

Yuri mengatakan hingga saat ini rantai penularan masih saja terjadi. Karena itu, perlu ada upaya disiplin mengikuti protokol kesehatan.

“Kasus ODP yang masih kita pantau dalam pemantauan se­banyak 50.187 orang. Semen­tara kasus PDP yang masih kita awasi sebanyak 11.066 orang,” kata dia.

Yuri menjelaskan penyebab tingginya angka penambahan pasien Covid-19 sebanyak 973 orang itu. “Akibat adanya ke­lompok rentan, orang yang rentan tertular orang lain yang membawa virus ini,” kata Yuri.

Menurut Yurianto, kelom­pok rentan dengan angka ke­matian yang tinggi akibat Co­vid-19 terjadi pada usia di atas 60 tahun. Kebanyakan mereka meninggal karena memiiki pe­nyakit penyerta, seperti hiper­tensi, diabetes, jantung, paru obstruktif kronis, dan gang­guan napas lain.

Dia menegaskan sulit mengetahui orang-orang yang membawa virus korona, pe­nyebab penyakit Covid-19. ril/Ant/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment