Koran Jakarta | September 19 2019
No Comments
Dirjen Pembelajaran dan kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Ismunandar, Terkait Pilihan Prodi Mahasiswa

Program Studi Favorit Dianggap Lebih Menjanjikan

Program Studi Favorit Dianggap Lebih Menjanjikan

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font
Terdapat program studi atau prodi-prodi favorit dalam pelaksanaan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun ini.

 

Dari bidang sains dan teknologi prodi-prodi yang paling banyak dim­inati peserta yaitu prodi Kedokteran, dan Agroteknologi. Sedangkan bidang Sosial Humanio­ra prodi-prodi favorit yaitu Hukum, Ilmu Komunikasi, dan Manajemen. Padahal perkembangan dunia kerja sudah jauh lebih dinamis. Bahkan, terdapat prodi-prodi baru untuk menjawab kebutuhan tersebut.

Untuk mengupas fenomena tersebut, Koran Jakarta mewawa­ncarai Direktur Jenderal Pem­belajaran dan kemahasiswaan, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek­dikti), Ismunandar. Berikut petikan wawancaranya.

Mengapa beberapa prodi menjadi favorit, khususnya dalam SBMPTN tahun ini?

Nampaknya masyarakat melihat bahwa prodi tersebut menjanjikan dan setelah lulus akan mudah mendapatkan pekerjaan serta di­hargai dengan gaji tinggi. Selain itu, prodi-prodi favorit memang memi­liki fasilitas, sumber daya manusia, dan infrastruktur yang bagus.

Bagaimana kesiapan prodi-prodi favorit ini dalam hubungan­nya dengan dunia kerja?

Prodi-prodi favorit selalu memberi wawasan industri dan dunia kerja kepada mahasiswanya dan terintegrasi dengan kurikulum dan perkuliahan yang diberikan. Biasanya mereka memiliki sistem penjaminan mutu yang baik dan memiliki kerja sama dengan lemba­ga-lembaga dalam dan luar negeri sehingga para lulusannya memiliki Surat Keterangan Pendamping Ijazah yang memetakan keunggulan masing-masing lulusan.

Dari segi dosen?

Dosen-dosen prodi favorit juga selalu mengembangkan ilmu dengan melanjutkan pendidikan formal dan infor­mal. Hal lainnya, prodi favorit juga mengikutsertakan dosen-dosen tamu atau staf industri dijadikan dosen tidak tetap.

Beberapa prodi favorit, misalnya, mengalami fenomena jumlah lulusan lebih banyak dari ketersediaan lapangan kerja. Terkait itu bagaimana?

Untuk kedokteran, Kemenristek­dikti dan Kementerian Kesehatan selalu berkoordinasi erat, kuota mahasiswa baru per prodi Kedok­teran telah lama diterapkan. Kini sedang dalam kajian aturan kuota untuk program Kependidikan.

Memungkinkan juga untuk dilakukan pengurangan kuota. Kalau mengambil contoh di prodi Kedokteran ada beberapa krite­ria yang mempengaruhi pengurangan kuota seperti akreditasi institusi/prodi, rasio dosen, dan mahasiswa, ketersediaan fasilitas (Rumah Sakit Pendidikan), dan kelululusan ma­hasiswanya.

Beberapa perguruan tinggi membuka prodi baru. Apakah perkembangan dunia kerja?

Pertimbangan pembukaan prodi baru oleh perguruan tinggi salah satunya adalah kebutuhan kompe­tensi di dunia kerja, misalnya dengan pertumbuhan industri baru di daerah maka perlu juga memenuhi kebutuhan industri lokal dan juga meningkatkan kompetensi SDM putra daerah.

Prodi-prodi lain bagaimana?

Umumnya perguruan tinggi dan prodi-prodinya melakukan inovasi dalam kandungan kurikulum dan pendekatan pembelajaran ber­dasarkan perkembangan dinamis di dunia kerja.

Untuk prodi-prodi yang tidak favorit bagaimana peluangnya dalam dunia kerja sekarang?

Pada prinsipnya setiap memiliki potensi strategis, masing-masing pengelola prodi strategis memiliki ki­at-kiat spesifik. Sebagai contoh prodi Sastra Nusantara mempunyai kiat dengan pembekalan Bahasa Inggris dan kemampuan berkesenian, maka lulusan dapat diserap di kedutaan-kedutaan Indonesia di luar negeri.

Apakah adanya Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) mem­pengaruhi peta prodi favorit di Indonesia?

Perubahan orientasi pendaf­tar SBMPTN, yaitu prodi di PTN menengah banyak diminati oleh sebagian besar peserta yang me­miliki nilai menengah dan terjadi penurunan jumlah pendaftar di prodi favorit. Peserta yang nilainya tinggi saja yang mendaftar di prodi favorit. aden ma’ruf/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment