Koran Jakarta | October 18 2019
No Comments

Priska Nugroho Bakal Bertanding di AS Terbuka

Priska Nugroho Bakal Bertanding di AS Terbuka

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Petenis junior In­donesia Priska Madelyn Nugroho akan kembali berlaga pada ke­juaraan Grand Slam yakni AS Ter­buka yang diselenggarakan Sep­tember mendatang.

“Masih ada satu Grand Slam lagi yaitu AS Terbuka nanti bulan Sep­tember,” kata Priska usai latihan di kawasan Gelora Bung Karno, Ja­karta, kemarin.

AS Terbuka adalah Grand Slam terakhir dari empat rangkaian da­lam satu musim. Turnamen pada lapangan keras ini diadakan pada bulan Agustus atau September se­tiap tahunnya. Lebih lanjut Priska mengungkapkan kejuaraan AS dengan tipe lapangan keras itu di­harapkan dapat memberikan pelu­ang lebih karena ia merasa cocok dengan jenis lapangan tersebut.

“Sebenarnya kali ini main di hard court dan itu sudah surface yang normal menurutku jadi per­siapan yang terbaik aja,” tuturnya.

Sebelum melaju ke AS Terbuka, Priska mengatakan akan lebih dulu mengikuti kejuaraan tenis junior di Nanjing, China pada Agustus men­datang. Setelah menjadi salah satu dari dua petenis asal Indonesia yang ikut dalam turnamen Wim­bledon 2019, bahkan berhasil ma­suk ke babak perempat final, Priska mengakui banyak mendapatkan pelajaran saat bertanding. “Lebih banyak belajar dari pertandingan kemarin. Ke depannya aku selalu coba untuk main lebih agresif,” ucap gadis 16 tahun itu.

Selain itu, dengan mengikuti semakin banyak pertandingan in­ternasional, Priska berharap dapat terus mengasah kemampuannya agar lebih baik. “Yang lebih penting bisa lebih solid dan agresif dalam important point. Itu yang harus di­tingkatkan,” tuturnya.

Kejuaraan di China dan AS Ter­buka ini akan menjadi pertandingannya yang kesebelas setelah se­belumnya ia mengikuti beberapa turnamen seperti Prancis Terbuka dan Australia Terbuka 2019.

Ketua Umum Pelti Rildo Anwar mengatakan Petenis junior Indo­nesia Priska Madelyn Nugroho dipastikan akan turun pada ke­juaraan SEA Games 2019 Desem­ber mendatang. “Priska sudah di­pastikan masuk di SEA Games 2019 karena memang dia pemain junior yang punya talenta cukup baik,” kata Rildo.

Rildo mengungkapkan, mes­kipun Priska masih junior tapi prestasinya saat ini cukup mem­banggakan apalagi dia berhasil bisa menjadi salah satu dari dua petenis Indonesia yang bertand­ing di Wimbledon 2019 serta ma­suk ke dalam babak perempat fi­nal, yang sudah cukup untuk bisa menjadi syarat turun berlaga di SEA Games. Terlebih saat ini, pe­tenis berumur 16 tahun itu berada di peringkat 28 ITF junior.

Terkait seleksi atlet tenis yang akan maju di SEA Games 2019, Ril­do mengungkapkan akan dilaku­kan monitoring dan evaluasi ter­hadap petenis-petenis Indonesia yang dinilai mempunyai prestasi yang baik.

Ia mencontohkan petenis Rifan­ty Kahfiani yang beberapa waktu lalu mengalahkan Jessy Rompies pada Pertamina 25K Women’s Cir­cuit 2019 dinilai Rildo merupakan hal yang mengejutkan sehingga Rifanty dinilai layak untuk turun di SEA Games.

“Kemarin Rifanty ternyata mengalahkan Jessy. Rifanty kita ta­warkan tapi kita sesuaikan dengan jadwal ujiannya. Hasil dari evaluasi dari pemain-pemain ini akan ditetapkan,”ucapnya.

Pada kejuaraan SEA Games nanti, Rildo mengatakan 10 petenis terbaik akan diturunkan, dengan rincian lima untuk kategori putra dan lima untuk putri baik dari pe­tenis junior maupun senior. Ant/S-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment