Presiden Ungkap Banyak Kerusakan Lingkungan akibat Pertambangan | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 12 2019
1 Comment
Pengelolaan SDA

Presiden Ungkap Banyak Kerusakan Lingkungan akibat Pertambangan

Presiden Ungkap Banyak Kerusakan Lingkungan akibat Pertambangan

Foto : ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA
SAMPAIKAN PIDATO I Presiden Joko Widodo berpidato tentang kebijakan sumber daya alam pada Indonesian Mining Association (IMA) Award 2019 di Jakarta, Rabu (20/11).
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Presiden Joko Widodo meminta kepada para pengusaha pertambangan agar memperhatikan terkait keles­tarian lingkungan saat melaku­kan aktivitas pertambangan di Indonesia. Hal itu disebabkan saat ini negara-negara sudah mulai menuju energi yang ra­mah lingkungan.

“Saya ingin ingatkan bahwa tambang ini berasal dari sum­ber daya alam (SDA) yang tidak bisa kita perbarui. Sehingga, sekali lagi, penggunaan dan manajemen harus ramah ling­kungan,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan dalam acara Indonesian Min­ing Association Award 2019, di Jakarta, Rabu (20/11).

Presiden menjelaskan bahwa dirinya masih melihat banyak kerusakan lingkungan akibat penggunaan SDA yang begi­tu cepat. “Saya minta kita jaga kerusakan lingkungan akibat eksplorasi yang begitu banyak di negara kita,” jelas Presiden.

Terkait ini, Presiden pun menceritakan pertemuannya dengan Sekjen PBB, Antonio Guiterez, di Asean Summit, di Bangkok, Thailand, bebera­pa waktu lalu. “Disampaikan kepada saya, Presiden Jokowi hati-hati urusan pertambangan, urusan batu bara. Saya pikir, apa lagi ini. Dia mengajak saya untuk mulai, ternyata, beliau mengajak saya agar Indonesia mengurangi penggunaan batu bara untuk pembangkit tenaga listrik. Ter­nyata arahnya ke sana (ramah lingkungan),” ucap Presiden.

Namun, ia langsung men­jawab bahwa pada saat ini In­donesia masih membutuhkan batu bara tersebut untuk pem­bangkit listrik. “Nanti kalau kita switch ke energi baru terba­rukan (EBT) baik yang sudah kita coba yakni tenaga angin di Sidrap, Jeneponto, kemudian Hydropower yang juga bebe­rapa kita jajaki di Mambamo, Sungai Kayan di Kaltara,” tutur Presiden.

Harus Ada Hilirisasi

Dalam kesempatan itu, Pre­siden meyakini persoalan de­fisit neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan bisa diselesaikan tak sampai tiga ta­hun melalui hilirisasi industri pertambangan.

“Kalau semuanya menuju pada hilirisasi dan industrial­isasi, barang jadi dan setengah jadi, saya yakin tak sampai tiga tahun, semua problem defisit bisa diselesaikan hanya dalam waktu tiga tahun,” katanya.

Kontribusi itu baru diberi­kan oleh satu komoditas saja yakni nikel, belum termasuk komoditas lain seperti timah, batu bara, dan tembaga.

Presiden menegaskan, ada banyak sekali yang bisa di­lakukan dari industri pertam­bangan termasuk mencipta­kan nilai tambah di dalamnya. “Saya berikan contoh batu bara. Gasifikasi. Sekarang dengan teknologi, ternyata, saya juga baru tahu batu bara bisa men­jadi DME (Dimethyl Ether) dan menjadi elpiji, bisa jadi petro­kimia, metanol, dan lain-lain. Ngapain kita impor elpiji, nga­pain kita impor petrokimia yang besar,” katanya.

Jika hal ini muncul dan ber­kembang maka persoalan defi­sit transaksi berjalan akan hi­lang dengan sendirinya.

“Saya jamin hilang, enggak akan lebih dari tiga tahun kalau tambah satu komoditas, batu bara. Belok ke situ sebagian. Rampung kita,” katanya. fdl/AR-2

Klik untuk print artikel

View Comments

jessi
Kamis 21/11/2019 | 22:00
Ayoo.. Kunjungi dan bergabung bersama Sport165 titik co sarana Game online yang memberikan kenyamanan buat para maniac gamers.!! Bonus bonus yang menakjubkan selalu di persiapkan
untuk teman teman yang ingin bergabung bersama yang kami, yuks.. jangan buang waktu segera buktikan kalau Sport165 titik co paling best ya guys...

Submit a Comment