Koran Jakarta | December 19 2018
No Comments
Hari Koperasi | Penguatan Koperasi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Presiden Sebut Koperasi Membaik

Presiden Sebut Koperasi Membaik

Foto : KORAN JAKARTA/FADHOLI
BUKA HARKOPNAS KE-71 | Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, Menteri Koperasi dan UKM, AAGN Puspayoga, Gubernur Banten Wahidin Halim, dan Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia, Nurdin Halid memukul kendang tanda dibukanya peringatan Hari Koperasi Nasional ke-71, di Tangerang Selatan, Banten. Presiden mengakui bahwa koperasi di Tanah Air terjadi peningkatan, namun Kepala Negara berharap ke depan terjadi lompatan agar koperasi di Indonesia mampu sejajar dengan koperasi-koperasi besar dunia lainnya.
A   A   A   Pengaturan Font
Kepala Negara menginginkan adanya sebuah lom-patan dari sistem ekonomi gotong royong (koperasi) di Tanah Air.

 

TANGERANG - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meng­akui bahwa perkembangan ko­perasi Indonesia sudah sema­kin membaik dan meningkat termasuk dari sisi kontribusi­nya terhadap PDB (Produk Do­mestik Bruto).

“Saya sangat senang sekali perkembangan koperasi di Ta­nah Air sudah ada peningkat­an yang cukup baik. Kontribusi koperasi terhadap PDB saat ini sudah mencapai 4,48 persen dari sebelumnya 3,99 persen,” kata Presiden Jokowi dalam sambutannya pada acara pun­cak peringatan Hari Koperasi Nasional ke-71 yang digelar di Indonesia Convention Exhibi­tion (ICE), BSD City, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (12/7).

Kepala Negara mengatakan ada peningkatan yang cukup baik dari sisi perkembangan koperasi di Tanah Air. Namun, belum ada lompatan yang sig­nifikan dari koperasi. “Kita inginkan adanya sebuah lom­patan sistem ekonomi gotong royong yang kita miliki,” kata­nya.

Kendati demikian, Presi­den mengaku bangga dengan adanya anak usaha koperasi di Indonesia yang sudah masuk bursa (menjual saham Bursa Efek Indonesia) akhir tahun lalu. “Koperasi kita harus mulai ke arah itu,” katanya.

Seperti diketahui bahwa anak usaha Koperasi Simpan Jasa (Kospin Jasa) Pekalongan, PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk telah melepas sebanyak 400.000.000 saham ke publik seharga 140 rupiah per saham. Dari IPO ini per­seroan meraih dana sebesar 56 miliar rupiah.

Dalam kesempatan itu, Pre­siden juga mengatakan di era teknologi perkembangan ter­jadi sangat cepat dan dinamis. Dahulu ketika HP (handphone) belum ada, siapa pun yang ingin menelepon harus meng­gunakan telepon kabel. Tak lama kemudian, berkembang GSM dengan berbagai merek handphone yang berkembang ketika itu.

“Lalu, ada smartphone yang sudah jadi telepon geng­gam Android dengan berbagai variasi kita masuk lagi begitu sangat cepat dari tahun ke ta­hun,” katanya.

Kini, perkembangan telah merujuk ke era Google, Face­book, YouTube, Instagram, di dalam negeri ada Go-Jek, Grab, Tokopedia, Traveloka, Bukala­pak, dan Blibli. “Semua harus kita ikuti. Perkembangan se­perti ini harus kita lihat, semua harus melihat perkembangan-perkembangan seperti ini, ba­gaimana koperasi masuk ke teknologi digital,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Menteri Koperasi dan UKM, AAGN Puspayoga, mengatakan Hari Koperasi Nasional Ke-71 mengambil tema “Penguatan Koperasi Mendorong Pertum­buhan Ekonomi Nasional”.

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi yang merata sangat diperlukan untuk mewujudkan masyarakat yang berkeadilan. “Untuk mencapai pemerata­an itu koperasi memiliki pe­ran strategis, karena bisa saja terjadi pertumbuhan ekonomi tapi hanya dinikmati seke­lompok orang,” katanya.

Puspayoga mengatakan guna meningkatkan peran ko­perasi dalam pertumbuhan ekonomi, sesuai dengan arahan Presiden Jokowi, Kemenkop dan UKM telah menjalankan reformasi total koperasi mela­lui tiga langkah strategis, yakni reorientasi, rehabilitasi, dan pengembangan.

Tujuan reformasi koperasi itu adalah mengembangkan koperasi secara berkualitas sebagai organisasi yang mem­berikan kesejahteraan kepada anggotanya dan kemanfaatan kepada masyarakat.

“Dalam empat tahun ber­jalannya reformasi total kope­rasi, banyak penataan koperasi yang berhasil dilaksanakan baik terhadap para penggerak koperasi, masyarakat dan ke­lembagaan koperasi itu sen­diri. Masyarakat mulai menya­dari bahwa kualitas koperasi adalah yang terpenting, bukan mengejar kuantitas lembaga koperasi,” kata Puspayoga.

Beri Penghargaan

Sebelumnya, Kemenkop dan UKM menyerahkan penghar­gaan bagi Koperasi Berprestasi, serta Bakti Koperasi dan UKM tahun 2018. Penghargaan ini diberikan kepada 110 penerima yang terdiri dari dua kategori, yakni Koperasi Berprestasi di­berikan kepada 50 koperasi pe­nerima dan penghargaan Bakti Koperasi dan UKM kepada 60 kepala daerah/dinas Koperasi dan UKM atau tokoh pengger­ak koperasi.

Deputi Kelembagaan Ke­menkop dan UKM, Untung Tri Basuki, menjelaskan pembe­rian penghargaan kepada Ko­perasi Berprestasi guna meng­apresiasi kinerja yang dicapai koperasi, memberikan motiva­si kepada koperasi untuk men­jadi lebih baik, dan sekaligus meningkatkan citra baik perko­perasian di mata masyarakat.

Semetara itu, Tanda Peng­hargaan Bakti Koperasi dan UKM diberikan dengan tujuan memotivasi para kepala dae­rah, ASN, tokoh gerakan kope­rasi dan UKM, tokoh masya­rakat, maupun instansi terkait untuk memberikan perhatian lebih dan kesungguhan dalam memberdayakan koperasi dan UKM di tempat tinggal mereka. fdl/sdk/E-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment