Koran Jakarta | August 22 2018
No Comments
Gempa Lombok

Presiden Minta Evakuasi Korban Mesti Diprioritaskan

Presiden Minta Evakuasi Korban Mesti Diprioritaskan

Foto : ANTARA/Zabur Karuru
Rumah Hancur - Warga korban gempa mengamankan barang miliknya dari rumah yang hancur di Pemenang, Lombok Utara, NTB, Jumat (10/8).
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Presiden Joko Widodo meminta kepada semua pihak yang menangani bencana gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), untuk memprioritaskan evakuasi korban.

“Saya minta evakuasi yang belum ditemukan harus menjadi prioritas. Saya juga mendapatkan laporan dari lapangan pencarian korban terus dilakukan secara intensif dan sudah banyak mulai menggunakan alat-alat berat,” kata Presiden saat rapat terbatas Penanganan Bencana Alam Provinsi NTB di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (10/8).

Presiden lalu berpesan agar ketersediaan logistik diperhatikan bagi pengungsi dan korban gempa. Selain itu juga mengenai tenda, selimut, dan makanan, terutama makanan untuk bayi.

“Obat-obatan, pasokan air, serta yang berkaitan dengan listrik (juga diperhatikan),” tutur Presiden. Dia menambahkan, setelah tanggap darurat nantinya akan masuk ke rehabilitasi serta rekonstruksi guna memperbaiki kondisi fisik bangunan, baik rumah maupun fasilitas.

“Terakhir, karena gempa susulan masih terjadi, saya ikuti dari hari ke hari, saya minta BNPB dibantu seluruh Kementerian lembaga dan pemerintah daerah utamanya pemerintah provinsi kabupaten untuk lebih besar lagi melakukan edukasi mitigasi bencana kepada masyarakat, terutama di daerahdaerah yang rawan bencana agar masyarakat memiliki kesiapsiagaan menghadapi bencana alam,” tutup Jokowi.

Perpres Penanganan

Sementara itu, Gubernur NTB Tuan Guru Bajang (TGB), M Zainul Majdi berterima kasih kepada pemerintah pusat terkait penanganan gempa. Terlebih, akan dibuat payung hukum berupa peraturan presiden (perpres) soal penanganan bencana.

“Tadi disepakati sambil berjalan tangap darurat kita mulai proses rehabilitasi diawali dengan pembersihan karena memang secara psikologis masyarakat yang sekarang rata- rata mengungsi di sekitar rumahnya,” kata TGB usai ratas.

Dia juga menuturkan bahwa mulai Senin depan akan dilakukan pembersihan pascagempa. “Mudah-mudahan kalau tidak ada aral melintang Bapak Presiden bisa mengawali proses pembersihan dan proses rehabilitasinya,” tutup TGB.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban tewas akibat gempa bumi Lombok hingga Jumat (10/8) berjumlah 321 orang.

Korban tewas tersebar di Kabupaten Lombok Utara ada 273 orang, Lombok Barat ada 26 orang, Lombok Timur ada 11 orang, Kota Mataram ada tujuh orang, Lombok Tengah ada dua orang, dan Denpasar ada dua orang.

“Sebanyak 321 orang meninggal tersebut semuanya sudah diverifikasi. Adanya laporan- laporan tambahan jumlah korban meninggal dunia masih dilakukan verifikasi.

Artinya, jumlah korban meninggal dunia lebih dari 321 orang, namun masih memerlukan verifikasi,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.

Menurut Sutopo, jumlah pengungsi ada 270.168 jiwa dan tersebar di ribuan titik. Jumlah pengungsi juga diperkirakan bertambah mengingat belum semua terdata dengan baik. fdl/eko/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment