Koran Jakarta | July 24 2017
No Comments
Duta Negara

Presiden Lantik 6 Duta Besar

Presiden Lantik 6 Duta Besar

Foto : ANTARA /Puspa Perwitasar
Beri Selamat - Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersiap memberikan ucapan selamat kepada Duta Besar Indonesia untuk negara sahabat usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/5).
A   A   A   Pengaturan Font

Jakarta – Presiden Joko Widodo melantik enam Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk negara sahabat di Istana Negara Jakarta, Kamis. (18/5) . Acara pelantikan juga dihadiri oleh keluarga Dubes LBBP yang dilantik. Keenam Dubes LBBP RI untuk negara sahabat itu adalah Ferry Adamhar sebagai Dubes RI untuk Yunani, Arto Suyodipuro sebagai Dubes RI untuk India merangkap Bhutan. Selain itu Rina Soemarno sebagai Dubes RI untuk Bangladesh merangkap Nepal berkedudukan di Dhaka.

Wieke Adiwoso sebagai Dubes RI untuk Slovakia. Presiden Jokowi juga melantik Radar Pardede sebagai Dubes RI untuk Tanzania merangkap Rwanda-Burundi. Juga dilantik Rusdi Kirana sebagai Dubes RI untuk Malaysia berkedudukan di Kuala Lumpur Selain Dubes LBBP yang dilantik, tampak hadir Ibu Negara Iriana Joko Widodo. Juga hadir sejumlah pimpinan lembaga negara, tokoh politik dan sejumlah Menteri Kabinet Kerja.

Sejumlah tokoh yang hadir antara lain Oesman Sapta, Hidayat Nurwahid, Surya Paloh, Adrianus Meliala, Sri Adiningsih, Wamenlu AM Fachir, Seskab Pramono Anung, Mensesneg Pratikno. Sementara itu, Duta Besar Indonesia untuk Malaysia yang baru, Rusdi Kirana, berencana memprogramkan pengembangan balai latihan kerja di negara itu untuk melatih tenaga kerja Indonesia di negara itu.

“Kami mau membuka balai latihan supaya TKI kita sebelum kembali ke Indonesia baik karena ada masalah atau sambil menunggu urusan administrasi, kami coba latih mereka,” kata dia, usai dilantik Presiden Joko Widodo. Kirana menyebutkan, jumlah warga negara Indonesia di Negeri Jiran yang jumlahnya banyak menjadi alasan bagi dia untuk menjadi kepala perwakilan Indonesia untuk Malaysia. ”Itulah salah satu alasan yang saya pikir saya lebih baik di Malaysia untuk membantu mereka,” katanya.

Ia juga mengatakan akan memprogramkan agar anakanak TKI di Malaysia tetap dapat memperoleh pendidikan. “Mereka punya keluarga, mereka ingin anak-anaknya tetap bisa sekolah,” katanya. Kirana yang besar bersama Lion Group ini berharap dengan pengembangan latihan kerja maka mereka tidak berpikiran untuk kembali ke Malaysia.

“Kami upayakan mereka membuka UKM, Kami sudah bicara dengan BRI untuk memberikan pendanaannya dan Lion Group dalam hal ini mau memberikan jaminan atas pinjaman mereka,” katanya. Menurut dia, produk yang mereka buat bisa dipasarkan di daerah tujuan wisata. “Kami sudah buka di Manado di mana turis yang masuk ke Manado itu tiap tahun naik 400 persen. Produk UKM yang dibuat mantan migran itu diharapkan bisa dijual di Manado dan dibeli turis yang berkunjung ke Manado,” katanya. fdl/Ant/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment