Presiden Jokowi Minta Doa atas Kepergian Ibundanya | Koran Jakarta
Koran Jakarta | April 9 2020
No Comments
In Memoriam

Presiden Jokowi Minta Doa atas Kepergian Ibundanya

Presiden Jokowi Minta Doa atas Kepergian Ibundanya

Foto : ANTARA/MAULANA SURYA
DI RUMAH DUKA I Presiden Joko Widodo beserta keluarga memberikan keterangan terkait wafatnya ibunda Presiden Joko Widodo, Sujiatmi Notomiharjo di rumah duka, Sumber, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Rabu (25/3).
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Ibunda Presiden Joko Widodo, Sujiatmi Not­omiharjo, meninggal dunia di Rumah Sakit DKT, Surakarta, Jawa Tengah, sekitar pukul 16.45 WIB, Rabu (25/3). Ibunda orang nomor satu di Indonesia itu meninggal dunia pada usia 77 tahun.

Presiden Jokowi mengatakan Ibunda meninggal dunia karena sakit yang sudah diidapnya se­lama kurang lebih empat tahun ini. Presiden pun merelakan ke­pergian Ibundanya.

“Selama masa-masa berat itu, Almarhumah, kami semua dengan dukungan para dokter telah berusaha dan berikhtiar untuk berobat, akan tetapi Al­lah menghendaki lain,” kata Presiden Jokowi sebagaimana dikutip dari akun Instagram-nya, Rabu (25/3).

Presiden pun meminta doa atas kepergian Ibundanya ini. “Atas nama keluarga Almar­humah, saya memohonkan doa dari jauh, semoga segala dosa-dosa Almarhumah diampuni oleh Allah SWT. Aamiin ya rob­bal alamin,” ucap Presiden.

Juru Bicara Presiden, Fad­jroel Rachman, mengatakan bahwa pemakaman Ibunda Presiden akan dilakukan secara internal pada Kamis (26/3). Ka­rena itu, para anggota Kabinet Indonesia Maju diminta untuk tidak berangkat ke Surakarta untuk melayat.

“Atas arahan Bapak Presiden Joko Widodo bahwa pemakam­an almarhumah Ibunda akan dilaksanakan secara internal. Para anggota Kabinet Indonesia Maju beserta jajaran diminta tetap bekerja di Jakarta dan fo­kus pada tugas masing-masing. Mohon doa ikhlas kepada Al­marhumah,” ujar Fadjroel.

Meski begitu, lanjut dia, ada dua anggota Kabinet Indonesia Maju yang tetap berangkat ke Solo untuk mendampingi Pre­siden Joko Widodo. Mereka ber­dua adalah Mensesneg Pratikno dan Seskab Pramono Anung.

“Kepada seluruh masyara­kat Indonesia yang tulus ikhlas mendoakan husnul khatimah almarhumah Ibu Sujiatmi No­tomiharjo (77), Presiden dan Ibu Negara Iriana menghatur­kan ucapan terima kasih sebe­sar-besarnya,” tutupnya.

Ibu yang Tegas

Sujiatmi meninggalkan em­pat orang anak, sembilan cucu, dan tiga cicit. Dia merupakan anak dari pasangan keluarga pedagang kayu, yakni Wirorejo dan Sani. Sujiatmi adalah anak perempuan satu-satunya dari tiga bersaudara.

Sujiatmi dan Widjiatno me­nikah dalam usia muda, pada 23 Agustus 1959. Kala itu, Su­jiatmi masih berusia 16 tahun, sedangkan Widjiatno berumur 19 tahun.

Dalam sebuah artikel dalam laman www.kemdikbud.go.id, semasa hidupnya Sujiatmi ti­dak pernah membeda-beda­kan keempat anaknya, yakni Jokowi, Iit Sriyantini, Titik Re­lawati, dan Ida Yati.

Sujiatmi juga dikenal seba­gai sosok ibu yang tegas kepada anak-anaknya dan selalu me­megang prinsip. Dalam rumah tangganya, Sujiatmi memegang peran penting mendidik dan mengarahkan anak-anaknya dalam kedisiplinan. Ant/fdl/AR-2

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment