Koran Jakarta | November 20 2018
No Comments
Semangat Perjuangan I Panglima Berikan Prioritas jika Ingin Jadi Prajurit TNI

Presiden Beri Hadiah Rumah dan Sepeda kepada Joni Gala

Presiden Beri Hadiah Rumah dan Sepeda kepada Joni Gala

Foto : ANTARA/Hafidz Mubarak
Berdialog dengan Presiden l Presiden Joko Widodo berdialog dengan Andekala Marcal Lau alias Joni Gala, bocah pemanjat tiang bendera yang viral di media sosial, di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/8). Dialog tersebut dilakukan Presiden Jokowi pada acara silaturahmi dengan para teladan nasional, Pasukan Pengibar Bendera Pusaka dan Gita Bahana Nusantara dalam rangka HUT ke-73 RI.
A   A   A   Pengaturan Font

Yohanes Andekala Marcal Lau alias Joni Gala (14) mendapat hadiah rumah dan beasiswa dari Presiden.

JAKARTA – Presiden Joko Widodo memberikan hadiah rumah dan sepeda kepada Yohanes Andekala Marcal Lau alias Joni Gala (14), siswa SMP kelas 1 dari Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Anak yang terkenal dengan aksi heroiknya memanjat tiang bendera untuk mengambil tali pengait bendera sehingga Merah Putih dapat dikibarkan pada upacara perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-73 di Atambua juga mendapatkan beasiswa hingga lulus SMA dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy.

Saat bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/8), Presiden menawarkan Joni mau minta apa ke saya? “Sepeda,” jawab Joni yang mengenakan seragam SMP berupa kemeja putih dan celana pendek warna biru tersebut. “Kamu ini jauh-jauh dari Belu kok hanya minta sepeda? Apa hanya itu?” tanya Presiden. “Minta bikinin rumah saja,” jawab Joni. “Sudah itu saja, sepeda sama rumah? Dah, jangan nanti saya tanya nambah lagi nanti,” kata Presiden. “Saya titip ya belajar yang baik, kan udah dapat beasiswa juga kan? Belajar yang baik, bekerja keras hingga bisa meraih cita-citamu. Pengen jadi apa?” tanya Presiden. “Pengen jadi tentara,” jawab Joni. “Ya sudah langsung daftar ke Panglima, langsung daftar kamu, jaga kesehatan, ya sudah silakan duduk,” jawab Presiden.

Anak kesembilan dari pasangan Viktor Lino Fahik Marsal dan Lorensa Gama itu pun mendapat tepuk tangan meriah dari para undangan di ruang resepsi Istana Negara. Presiden secara khusus berbincang-bincang dengan Joni selama sekitar tujuh menit di depan para undangan.

Berikan Beasiswa

Secara terpisah, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, memberikan penghargaan kepada Joni. Siswa SMP Negeri 1 Silawan NTT ini mendapatkan beasiswa hingga lulus SMA. Beasiswa yang diberikan kepada Joni itu diberikan atas spontanitasnya memanjat tiang untuk mengambil tali pengait bendera sehingga Merah Putih dapat dikibarkan pada upacara perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-73 di Atambua.

“Ini mengingatkan kepada peristiwa pertempuran di Surabaya, saat pemuda-pemuda menyobek bagian biru bendera Belanda di atas Hotel Yamato, sehingga tersisa warna merah dan putih. Kalau sekarang, semangatnya bagaimana agar bisa mengibarkan kembali Merah Putih agar Indonesia semakin maju,” kata Mendikbud saat bertemu Joni dan keluarga di Gedung A Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jakarta, Senin (20/8).

Apa yang terjadi di Atambua ini, menurut dia, bisa menjadi contoh keberhasilan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang ditekankan di sekolah-sekolah. Ini yang terjadi saat nilai-nilai religius, jujur, toleran, disiplin, bekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab diperkuat.

“Jika PPK ini benar-benar dijalankan kita tidak perlu khawatir, nasionalisme tidak akan luntur,”ujarnya. Joni sendiri mengaku bertindak spontan untuk mengambil tali pengait di tiang bendera agar sang Merah Putih dapat berkibar saat upacara perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-73 di kampung halamannya. eko/Ant/E-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment