Koran Jakarta | December 13 2017
No Comments
Perlindungan WNI

Presiden: Semua WNI di Malaysia Harus Memiliki Paspor

Presiden: Semua WNI di Malaysia Harus Memiliki Paspor

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

KUCHING – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan agar semua warga negara Indonesia yang ada di Malaysia harus memiliki Paspor. Hal itu disampaikan Presiden Jokowi saat bertemu dengan masyarakat Indonesia di Sarawak. “Semuanya harus pegang paspor, yang belum pegang paspor segera urus di Konjen,” kata Presiden Jokowi di Stadium Perpaduan, Kuching, Sarawak, Malaysia Rabu (22/11).

Hadir dalam pertemuan sebanyak 7.000 WNI. Presiden lalu berjanji dalam proses pengurusan paspor tidak ada pungutan lain selain harga resmi dan pelayanan yang cepat di KBRI maupun di konsulat jenderal. Bahkan dirinya telah memerintahkan Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Rusdi Kirana, dan juga Konsul Jenderal RI Kucing, Johar Gultom untuk memberikan kemudahan dalam proses pengurusan paspor.

“Semua yang berurusan dengan paspor dipercepat, tidak ada pungutan lain selain harga yang resmi,” ucap Presiden. Presiden berpesan jangan sampai ada warga negara Indonesia yang tidak memiliki paspor karena dalam proses pengurusan paspor dipersulit. “Saya tidak mau rakyat kita tidak pegang paspor gara-gara ada yang mainin masalah paspor,” jelas Presiden.

Selain paspor, Presiden juga mengingatkan agar anak-anak Indonesia yang lahir memilliki akte kelahiran. “Anak-anak yang lahir semuanya diurus akta kelahirannya di konjen, agar nanti kalo sudah dewasa ada pegangan hukumnya,” tutur Presiden. “Jangan sampai anak-anak kita tidak memiliki akte kelahiran, karena anak-anak kita semuanya harus sekolah,” tambah Presiden sebagaimana keterangan dari Biro Pers, Media dan Informasi Setpres.

Presiden juga mengingatkan agar anak-anak yang berada di Sarawak untuk bersekolah. Karena, dalam konsultasi tahunan ke-12 yang baru saja diikutinya, Presiden telah meminta ke PM Najib untuk membangun sekolah. Tahun ini, lanjutnya telah dibangun 19 Community Learning Center (CLC) tempat sekolah.

“Target sampai Juli 2018 adalah 50 CLC sekolah. Jangan sampai ada anak-anak kita yang tidak sekolah. Masa depan Indonesia ada di anak-anak kita,’ turup Presiden. Hadir mendampingi Presiden, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Rusdi Kirana. fdl/AR-3

Tags
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment