Koran Jakarta | June 27 2019
No Comments
Korban Kerusuhan

Polri Tunggu Hasil Investigasi Tim Bentukkan Kapolri

Polri Tunggu Hasil Investigasi Tim Bentukkan Kapolri

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Polisi masih menunggu hasil investigasi lengkap tim yang dibentuk Kapolri Jenderal Pol Tito Kar­navian untuk mendalami penyebab jatuhnya korban meninggal dunia dalam keru­suhan pada 21–22 Mei 2019.

“Menunggu hasil investi­gasi tim yang sudah dibentuk, nanti akan ada update secara lengkap,” ungkap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Di­visi Humas Polri, Brigadir Jen­deral (Pol) Dedi Prasetyo, di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (24/5).

Tim tersebut dipimpin oleh Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri. Dedi menu­turkan, lembaga lain juga dili­batkan dalam tim itu, seperti Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan Setara Institute.

Menurutnya, tim mulai membicarakan perihal lang­kah berikutnya dalam meng­investigasi penyebab kema­tian beberapa orang tersebut. “Nanti kita pilah-pilah penye­babnya, siapa pelakunya akan kita kejar. Kan sudah kita de­teksi dari awal,” ujar Dedi.

Sebelumnya, Kepala Di­visi Humas Polri, Inspektur Jenderal Muhammad Iqbal, menyatakan korban mening­gal dunia akibat kerusuhan saat aksi protes terhadap hasil Pilpres 2019 berjumlah tujuh orang. Iqbal mengungkapkan ketujuh orang yang mening­gal dunia itu merupakan ba­gian dari massa perusuh.

Di tempat terpisah, Ka­bid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, men­gatakan pihaknya belum mendapat data korban tewas atau terluka dalam kerusu­han pada 21–22 Mei 2019. Kerusuhan itu merupakan buntut dari aksi protes terkait hasil Pilpres 2019. Saat ini, pihaknya masih melakukan pendataan terkait korban aki­bat kerusuhan.

“Sedang dicek di bidang kedokteran dan kesehatan (bidokes) Polda Metro Jaya,” kata Argo, Jumat (24/5).

Kerusuhan pada 22 Mei 2019 di sekitar Kantor Bawas­lu RI, di Jalan MH Thamrin, bermula dari aksi unjuk rasa orang-orang yang tidak puas dengan hasil Pemilu 2019 yang telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Para perusuh melempar botol, petasan, bahkan bom molo­tov kepada polisi. Polisi lalu membalas dengan tembakan gas air mata. jon/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment