Koran Jakarta | April 19 2019
No Comments
Teror di Prancis

Polisi Buru Pelaku Penembakan di Strasbourg

Polisi Buru Pelaku Penembakan di Strasbourg

Foto : AFP/ Patrick HERTZOG
Teror di Strasbourg l Seorang perempuan meletakkan seikat rangkaian bunga di lokasi aksi teror di pasar malam Strasbourg pada Rabu (12/12). Dalam insiden ini, pelaku aksi teror yang bernama Cherif Chekatt (insert), telah membunuh 2 warga dan melukai 13 orang lainnya.
A   A   A   Pengaturan Font

STRASBOURG – Ratusan polisi Prancis yang dibantu unit helikopter, pasukan khusus antiteror, dan tentara, diwartakan terus memburu pelaku tunggal aksi teror penembakan di sebuah pasar malam di Kota Strasbourg, Prancis timur, yang terjadi pada Selasa (11/12) malam dan menyebabkan dua orang tewas dan 13 orang lainnya terluka.

“Polisi antiteror melakukan perburuan besar-besaran terhadap pelaku yang saat ini sudah teridentifikasi jati dirinya,” kata pejabat jaksa penuntut antiteror Prancis, Remy Heitz, pada Rabu (12/12).

Dalam keterangannya Heitz menambahkan bahwa terkait perburuan atas aksi teror di Strasbourg, empat orang yang terkait dengan pelaku teror telah ditahan oleh aparat kepolisian. Dalam penggeledahan di kediaman pelaku teror, polisi menemukan granat, empat bilah pisau, dan sebuah pistol.

Serangan teror penembakan terjadi saat pasar malam yang menjual aneka dekorasi, minuman, dan pernak-pernik Natal itu telah tutup sekitar jam 8 malam. Saksi mata mengatakan tersangka pelaku adalah seorang pria warga lokal bernama Cherif Chekatt, 29 tahun, yang dalam aksi terornya membawa pistol dan pisau.

Chekatt dilaporkan terluka setelah ia adu tembak dengan tentara yang kebetulan berpatroli di pasar malam di Strasbourg itu. Chekatt lolos dari sergapan karena ia kabur dengan menaiki taksi.

Berdasarkan informasi, Chekatt masuk dalam daftar tersangka ekstremis sejak 2015. Chekatt juga memiliki catatan pelanggaran hukum yang cukup panjang karena telah melakukan 27 kali kejahatan perampokan dengan kekerasan di Prancis, Jerman, dan Swiss.

Tingkatkan Kesiagaan

Atas terjadinya aksi teror penembakan di Strasbourg itu, pemerintah Prancis pun segera meningkatkan kewaspadaan dan kesiagaan keamanan atas terorisme ke level tertinggi hingga pejagaan atas perbatasan dan peningkatan kesiagaan patroli di semua lokasi pasar malam di seluruh Prancis.

Menurut Wali Kota Strasbourg, Roland Ries, sebagian besar korban adalah pria, termasuk seorang turis asal Thailand yang jadi korban tewas ditembak dalam aksi teror ini. Sementara itu Kementerian Luar Negeri Italia menyatakan salah satu korban luka adalah jurnalis dari negaranya yang sedang meliput acara di Parlemen Eropa.

Insiden penembakan di Strasbourg itu terjadi saat Presiden Emmanuel Macron, menghadapi krisis genting dalam kariernya sebagai pemimpin Prancis akibat aksi unjuk rasa antipemerintah yang dipicu penolakan kenaikkan pajak BBM dan aksi protes ini telah berlangsung selama 3 pekan.

Sejak 2015 telah terjadi serangkaian aksi teror di Prancis yang dilakukan oleh anggota kelompok militan. Kantor berita AFP mencatat 246 orang terbunuh dalam aksi serangan teroris di Prancis sejak 2015.

Aksi teror yang menelan banyak korban terjadi pada 13 November 2015, ketika sekelompok militan ISIS membunuh 130 orang di Paris.  AFP/I-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment