Koran Jakarta | December 16 2018
No Comments
Pelestarian Tanaman

Pohon Khas Betawi Ditanam di Monas

Pohon Khas Betawi Ditanam di Monas

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Pohon khas asli Betawi ditanam di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Pohon-pohon itu ditanam di belakang patung IKADA Monas usai upacara peringatan Hari Rapat Raksasa IKADA Ke-73 Tahun 2018.

“Kitalah yang mewarisi pengelolaan tempat ini, (dan) perjuangan itu. Karena itu, mari kita bekerja sebagaimana ketulusan rakyat yang mau berkumpul di tempat ini demi kemerdekaan,” ujar Anies saat memimpin upacara peringatan Hari Rapat Raksasa IKADA ke-73 Tahun 2018.

Dalam kesempatan ini, Anies menerima Sertifikat Tanda Daftar Tanaman Khas Jakarta yang sudah terdaftar sebagai varietas lokal dari Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian Kementerian Pertanian RI. Semula, Anies akan menanam pohon Jambu Bol Harman. Namun, saat pelaksanaan berlangsung, Anies menanam pohon Dukuh Condet.

Kedua pohon ini dipastikan merupakan tanaman Nusantara khas Jakarta. Pohon yang ditanam saat itu, antara lain Dukuh Condet (Lansium Domesticum), Buni (Antidesma Bunius), Jambu Bol Harman (Syzygium Malaccense), dan Sukun (Artocarpus Artilis).

“Ini dilakukan dalam rangka melestarikan plasma nutfah tanaman yang ada di Jakarta, khususnya tanaman buah-buahan produktif, tanaman hias, dan tanaman langka lainnya,” katanya.

Di sisi lain, Anies pun mengajak seluruh jajaran Pemprov DKI Jakarta untuk manunggal dengan masyarakat. Sehingga, semua rencana pembangunan di Jakarta dapat berjalan dengan baik dan bermanfaat seluruh masyarakat Ibu Kota.

“Soliditas itu harus kita teruskan, jangan sampai pemimpin dan rakyat itu dalam posisi yang tidak sejalan dan tidak bersama. Ini adalah satu momen untuk mengingatkan kita semua. (Karena) ini sebuah pesan bahwa ada soliditas kemanunggalan (kesatuan) antara pemimpin, para deretan kaum pengambil keputusan, dengan rakyat kebanyakan yang berkumpul di Lapangan IKADA waktu itu,” jelasnya.

Dia berharap, upacara ini bukan hanya menjadi sebuah peringatan formalitas, melainkan diharapkan dapat terus memadukan seluruh potensi dan kekuatan yang ada dalam wujud semangat kebersamaan, semangat kolaborasi, semangat gotong-royong, untuk lebih memantapkan meneruskan perjuangan dan pembangunan dalam memegang teguh dan mempertahankan empat pilar utama, yaitu NKRI, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Upacara ini diikuti oleh para Pejabat dan segenap ASN Pemprov DKI Jakarta, Ketua Dewan Harian Nasional dan Dewan Harian Daerah Angkatan ’45, para Pelaku Sejarah Peristiwa Rapat Raksasa IKADA atau keluarga yang mewakili, para pejuang dan Anggota Legiun Veteran, Anggota Dharma Wanita, PKK, Institusi Kepemudaan dan Organisasi, unsur TNI dan Polri, Menwa, Tagana, serta Ormas. Tim Paduan Suara dalam upacara ini berasal dari para pelajar SMA Negeri 3 Jakarta, sedangkan Koprs Musik dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta. 

 

pin/P-5

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment