Koran Jakarta | October 22 2017
No Comments
Referendum Katalonia I Spanyol Ultimatum Katalonia untuk Batalkan Kemerdekaan

PM Rajoy Ingin Akhiri Kebingungan

PM Rajoy Ingin Akhiri Kebingungan

Foto : REUTERS/Gonzalo Fuentes
Warga membentangkan bendera Katalonia saat aksi pawai memperingati Hari Nasional Spanyol di Barcelona, Kamis (12/10). Momentum peringatan Hari Nasional dimanfaatkan warga Spanyol untuk memperlihatkan pentingnya persatuan di Negeri Matador itu.
A   A   A   Pengaturan Font

Perdana Menteri Mariano Rajoy mengeluarkan ultimatum agar Katalonia membatalkan deklarasi kemerdekaan dan mengancam akan mencabut otonomi Katalonia agar bisa diperintah langsung oleh pemerintahan pusat Spanyol.

MADRID – Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy, memberikan waktu selama 8 hari untuk membatalkan deklarasi kemerdekaan atau dia akan menangguhkan status daerah otonomi pada Katalonia dan akan mengatur wilayah Katalonia langsung oleh pemerintah pusat.

Sikap yang diambil oleh PM Rajoy ini kemungkinan bakal memperburuk konfrontasi antara Madrid dan pemerintah wilayah Katalonia yang terletak di wilayah pesisir timur Spanyol. Namun hal ini juga sekaligus memberikan sinyalemen adanya sebuah jalan keluar bagi krisis politik Spanyol terparah sejak kegagalan kudeta militer pada 1981.

PM Rajoy diprediksi akan menyerukan sebuah pemilu regional setelah mengaktifkan pasal 155 dari konstitusi yang memungkinnya untuk merangkul pemerintah daerah Katalonia. Pemimpin Katalonia, Carles Puigdemont, sebelumnya pada Selasa (10/10) malam lalu melakukan simbolisasi deklarasi kemerdekaan dari Spanyol, namun dia segera menangguhkan rencana deklarasi kemerdekaan dan menyerukan negosiasi dengan pemerintah pusat.

“Kabinet pagi ini sudah setuju untuk secara resmi meminta pada pemerintah Katalonia agar mengkonfirmasi apakah mereka telah mendeklarasikan kemerdekaan Katalonia, agar kita bisa terbebas dari kebingungan ini,” kata PM Rajoy setelah kabinet menyerukan agar pemerintah pusat memberikan respons.

Tak lama berselang, PM Rajoy mengatakan dihadapan anggota parlemen Spanyol bahwa pemerintah wilayah Katalonia punya waktu hingga Senin (16/10) untuk memberikan jawaban kepada pemerintah pusat. Jika Puigdemont mengkonfirmasi sudah mendeklarasikan kemerdekaan, maka dia akan diberikan waktu selama 3 hari untuk memperbaikinya.

Sejak awal pemerintah Spanyol pimpinan PM Rajoy menganggap referendum tidak sah dan akan mengambil langkah apa saja untuk mencegah pemisahan diri Katalonia.

Masih Teka-Teki

Masih belum jelas apakah pemerintah wilayah Katalonia akan menjawab tuntutan pemerintah pusat itu. Sejumlah analis menyebut peta politik Spanyol saat ini penuh teka- teki.

Jika Puigdemont mengatakan dia benar telah memproklamasikan kemerdekaan, maka pemerintah pusat akan mengambil langkah tegas. Sebaliknya, jika dia mengatakan belum mendeklarasikan kemerdekaan, maka partai sayap kiri CUP kemungkinan akan menarik dukungannya kepada pemerintah wilayah Katalonia.

“PM Rajoy punya dua obyektif, jika Puigdemont tetap ambigu, maka kelompok pro-kemedekaan akan semakin terpecah- belah. Sebaliknya jika Puigdemont berkeras mempertahankan kemerdekaan, maka PM Rajoy akan menerapkan pasal 155 dari konstitusi,” kata Antonio Barroso, wakil direktur lembaga penelitian Teneo Intelligence, yang bermarkas di London, Inggris.

Hilangnya wilayah Katalonia dari Spanyol akan sangat besar taruhannya. Hal ini bisa mendorong jatuhnya output ekonomi Spanyol dan ekspor negara itu. Spanyol saat ini adalah negara dengan perekonomian terbesar keempat di kawasan Eropa. uci/Rtr/I-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment