Koran Jakarta | October 24 2018
No Comments
Suksesi Kepala Daerah l Anies Hargai Keputusan Dua Parpol

PKS Ajukan Dua Nama Cawagub, Gerindra Belum Pasti

PKS Ajukan Dua Nama Cawagub, Gerindra Belum Pasti

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Partai Gerindra dan PKS akan bertemu membicarakan pengganti wakil gubernur DKI Jakarta.

 

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan posisi Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk menggantikan Sandiaga Salahuddin Uno diusulkan oleh dua partai pengusung yakni Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

“Nama calon wagub akan diusulkan oleh PKS dan Gerindra,” kata Anies, di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Rabu (19/9).

Sementara itu, terkait nama M Taufik dari Gerindra yang ingin menjadi Wagub mendampinginya, Anies mengatakan Taufik belum diputuskan sebagai calon. Taufik merupakan mantan narapidana kasus korupsi.

“Jangan berandai-andai, menurut saya, tunggu sampai partai pengusung ada kesepakatan,” kata Anies, seperti dikutip Antara.

Presiden PKS, Sohibul Iman, mengatakan partainya mengajukan dua nama sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta yakni mantan Wakil Wali Kota Bekasi, Ahmad Syaikhu, dan Sekretaris Umum DPW PKS DKI Jakarta, Agung Yulianto.

“Di tingkat pimpinan partai sudah jelas begitu. Ini sudah kami usulkan kepada Prabowo,” kata Sohibul di kediaman Prabowo, di Jalan Kertanegara, Jakarta, Selasa malam

Dia mengatakan posisi wagub Jakarta merupakan masalah bilateral antara PKS dengan Partai Gerindra sehingga tidak proporsional kalau diungkapkan kepada publik.

Penasihat Fraksi PKS DPRD DKI Triwisaksana mengungkapkan, PKS dan Gerindra akan melakukan pertemuan untuk membahas kandidat wakil gubernur DKI Jakarta. PKS mengajukan dua nama yang diklaim mendapat restu Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto. Dua nama yang diajukan PKS adalah Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto. Agung merupakan Sekretaris Umum DPW PKS DKI.

 

Pengganti Sandiaga

Sedangkan DPD Partai Gerindra DKI Jakarta pun solid akan mengusulkan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, M Taufik sebagai pengganti Sandiaga Uno.

“Saya dapat kabar nanti malam ada pertemuan itu jadi mudah-mudahan bisa disepakati bersama. Sekarang baru penggodokan internal, tapi kan harus disepakati mitra koalisi karena itu nanti diajukan bersama-sama,” katanya.

Politisi yang akrab disapa Sani ini mengungkapkan, kedua partai pengusung itu akan membentuk dua tim yaitu tim konten dan tim lobi. Tim konten ini membekali calon yang disepakati bersama itu dengan isu-isu yang sedang berkembang di DKI khususnya di DPRD.

“Yang kedua adalah membentuk tim lobi, tim lobi untuk melobi fraksi-fraksi mendampingi calon untuk berkomunikasi. (Masukan nama calon dari gubernur) secara aturan sih kayaknya nggak ada kewajiban. Tapi pasti pendapatnya didengar juga. Karena ini kan mitra pemerintahan,” ungkapnya.

Terpisah, Ketua DPD Gerindra M Taufik meminta PKS untuk bersaing secara fair. Menurutnya, kandidat yang diusulkan kedua partai, baik PKS dan Gerindra harus bisa meyakinkan anggota DPRD DKI Jakarta untuk memilih wakil gubernur DKI Jakarta yang cocok mendampingi Anies.

“Jangan takutlah PKS jangan takut bertanding di DPRD. Jelaskan yang fair dong, belum tentu saya menang juga. Belum tentu saya dipilih juga oleh kawan-kawan DPRD,” katanya.

Dalam penentuan kandidat Wagub DKI Jakarta ini, pihaknya akan menggelar rapat pimpinan terbatas di DPD Partai Gerindra. Dia meyakini, rapim DPD Partai Gerindra itu akan mencalonkan dirinya untuk menggantikan Sandi. Hasil rapim itu akan segera disosialisasikan kepada DPC-DPC Partai Gerindra di seluruh wilayah Jakarta. 

 

pin/P-5

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment