Koran Jakarta | October 18 2019
No Comments
Pergantian Pimpinan

Pimpinan Baru KPK Mesti Perkuat Pemberantasan Korupsi

Pimpinan Baru KPK Mesti Perkuat Pemberantasan Korupsi

Foto : ANTARA/NOVA WAHYUDI
HITUNG SUARA I Anggota Komisi III DPR mengambil memotret papan penghitungan suara calon Pimpinan KPK di Komisi III, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (13/9).
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Terpilihnya lima orang pimpinan Komisi Pem­berantasan Korupsi (KPK) pe­riode 2019–2023 akan mem­perkuat kerja pemberantasan korupsi di Indonesia.

Ketua Komisi III DPR RI, Aziz Syamsuddin, menilai pro dan kontra terkait calon pim­pinan KPK telah usai karena DPR telah memilih lima orang sebagai pimpinan KPK periode 2019–2023 setelah melakukan uji kelayakan dan kepatutan.

“Terpilihnya lima orang pim­pinan itu merupakan lembaran baru bagi KPK yang diharapkan dapat memperkuat kerja pem­berantasan korupsi di Indo­nesia. Masalah pro dan kontra capim KPK sudah selesai, mari lihat lembaran baru. Kita lihat pimpinan KPK ini bisa bersiner­gi dengan pemerintah, lembaga legislatif dan yudikatif,” kata Aziz di Kompleks Parlemen, Ja­karta, Jumat (13/9) dini hari.

Sebelumnya, Komisi III DPR RI pada Jumat dini hari me­lakukan pemilihan lima pim­pinan KPK periode 2019–2023, hasilnya Nawawi Pamolango 50 suara, Lili Pintouli Siregar 44 suara, Nurul Ghufron 51 suara, Alexander Marwata 53 suara, dan Firli Bahuri 56 suara. Se­mentara itu, lima orang lainnya, Sigit Danang Joyo 19 suara, Lu­thfi Jayadi Kurniawan 7 suara. Sedangkan Johanis Tanak, Roby Arya Brata dan I Nyoman Wara tidak mendapatkan suara.

Usai memilih, Komisi III DPR langsung mengadakan ra­pat antarpimpinan kelompok fraksi dan memilih Firli Bahuri sebagai Ketua KPK periode 2019–2023. Pemilihan Firli ini dilakukan sesuai keputusan yang telah disepakati bahwa peraih suara terbanyak lang­sung ditetapkan menjadi ketua.

Aziz menambahkan, adanya pro dan kontra itu merupakan dinamika yang ada dalam pro­ses pemilihan pimpinan KPK, namun itu sudah selesai se­telah Komisi III DPR memilih lima orang. Aziz berharap ke­pada Firli Bahuri sebagai Ketua KPK dapat menjadi pengayom di antara komisioner KPK yang lain sehingga kerja pemberan­tasan korupsi di institusi ter­sebut berjalan baik.

“Komisi III DPR sudah me­milih lima orang dan kami akan membuat surat ke pim­pinan DPR untuk mengagen­dakan Rapat Paripurna dalam waktu terdekat,” ujarnya.

Diperoleh informasi, pim­pinan DPR telah mengagen­dakan Rapat Paripurna pada Senin (16/9) untuk menyetujui lima calon pimpinan KPK.

Tak Ada Lobi

Sedangkan anggota Komisi III DPR RI, Masinton Pasaribu, membantah adanya lobi-lobi di internal Komisi III DPR yang menyepakati Irjen Pol Filri Ba­huri menjadi Ketua KPK.

“Tidak ada lobi-lobi dalam pemilihan pimpinan KPK, ter­masuk memilih Firli menjadi Ketua KPK. Komisi III DPR membaca perkembangan dari mulai proses di panitia seleksi dan uji kelayakan-kepatutan,” tegasnya.

Presiden Joko Widodo me­ngaku menyerahkan sepenuh­nya kepada DPR. Sebab, pe­milihan komisioner dan ketua KPK menjadi kewenangan dari DPR. “Itu (lima komisioner) su­dah lolos pansel (capim KPK) dan prosedurnya sudah dalam kewenangan DPR,” kata Presi­den Jokowi. tri/fdl/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment