Koran Jakarta | November 22 2019
No Comments
Kasus Suap Krakatau Steel

Petinggi Tjokro Group Ditahan KPK setelah Menyerahkan Diri

Petinggi Tjokro Group Ditahan KPK setelah Menyerahkan Diri

Foto : ANTARA/SIGID KURNIAWANA
USAI DIPERIKSA - Tersangka kasus dugaan suap terkait pengadaan barang dan jasa di PT Krakatau Steel, Kurniawan Eddy Tjokro dengan rompi tahanan menuju mobil tahanan seusai diperiksa di kantor KPK, Jakarta, Selasa (26/3).
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Tersangka kasus suap dalam pengadaan ba­rang dan jasa di PT Krakatau Steel (KS) (Persero) tahun 2019, Kurniawan Eddy Tjokro (KET) alias Yudi Tjokro, me­nyerahkan diri ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (26/3). Setelah diperiksa selama lima jam, Chief Operations Officer (COO) PT Tjokro Group itu langsung ditahan KPK.

“Tadi pagi, Selasa (26/3), sekitar pukul 10.30 WIB ter­sangka KET didampingi kuasa hukumnya menyerahkan diri ke KPK,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di Jakarta, Se­lasa (26/3).

COO merupakan jabatan yang memiliki posisi tepat di bawah CEO yang melak­sanakan beberapa tugas dari CEO. Kurniawan langsung mengenakan rompi oranye ciri khas tersangka KPK. Dia berkata sepatah pun usai di­periksa KPK.

Kurniawan ditahan selama 20 hari pertama di Rutan ca­bang KPK yang berlokasi di Pomdam Jaya Guntur.

Sebelumnya, KPK mene­tapkan Direktur Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel (Persero), Wisnu Kuncoro, sebagai tersangka. Tiga orang lain yang dijadikan tersangka merupakan pihak swasta. Mereka adalah Alexander Muskitta selaku perantara dan penerima suap, serta dua orang dari perusahaan manu­faktur, yaitu Kenneth Sutardja dari PT Grand Kartech dan Yudi dari Group Tjokro.

Kasus ini terkait ren­cana pengadaan barang dan peralatan oleh Direktorat Teknologi dan Produksi PT KS (Krakatau Steel) Tahun 2019, yang masing-masing bernilai 24 miliar rupiah dan 2,4 miliar rupiah. Alex di­duga menawarkan beberapa rekanan untuk melaksanakan pekerjaan tersebut kepada Wisnu dan disetujui. Mereka sepakat menunjuk PT Grand Kartech dan Tjokro Group, yang kemudian berencana memberi commitment fee se­nilai 10 persen dari nilai kon­trak yang akan diberikan. Alex diduga bertindak mewakili dan atas nama Wisnu.

Alex menerima 50 juta ru­piah dari Yudi, atau setengah dari permintaan senilai 100 juta rupiah. Kemudian, Alex menerima uang dari Kenneth senilai 45 juta rupiah dan 4.000 dollar Amerika Serikat dari total uang yang diminta senilai 50 juta rupiah. Seluruh uang itu kemudian disetorkan ke rekening Alex. ola/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment