Koran Jakarta | May 26 2018
No Comments
Film

Peter Rabbit Diboikot Para Orang Tua karena Mem-”bully”

Peter Rabbit Diboikot Para Orang Tua karena Mem-”bully”

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Para orang tua marah dan memboikot film Peter Rabbit karena di­sebut mendorong anak-anak untuk mem-bully orang-orang yang punya alergi.

Film live action terbaru Sony yang digarap berdasar­kan kisah milik Beatrix Potter itu mengandung adegan di mana sekelompok kelinci menyerang seorang petani dengan melemparinya buah berry, setelah mereka tahu kalau sang petani punya alergi terhadap buah berry.

Petani yang bernama Tom McGregor itu tak senga­ja menelan satu buah berry yang susah payah menyuntik dirinya dengan EpiPen kemu­dian mengalami syok anafilak­tik dan pingsan. Hal itu mem­buat ibu-ibu yang punya anak penderita alergi mengamuk.

“Sebagai ibu balita yang alergi terhadap beberapa ma­kanan, saya merasa jijik bahwa Sony akan membuat lelucon dari mencipratkan alergen pada orang yang terkena alergi makanan. Melakukan hal itu adalah serangan yang diperparah!” demikian cuit sa­lah seorang ibu menggunakan tagar #boycottpeterrabbit.

“Silakan memboikot film Peter Rabbit. Sebagai ibu dari anak-anak yang punya alergi, saya merasa sangat terusik saat Sony berpikir oke untuk mem­buat lelucon alergi makanan yang mematikan,” tulis orang tua lain di Facebook.

Yayasan Kids With Aller­gies mengeluarkan peringatan di Facebook pada hari Jumat (9/2), meminta orang tua untuk mendiskusikan adegan dan “bullying alergi” dengan anak-anak mereka. “KFA percaya bahwa ‘lelucon’ al­ergi makanan berbahaya bagi komunitas kita ... Menjadikan kondisi ini menyakitkan bagi anggota kita dan mendorong masyarakat untuk tidak meng­ambil risiko untuk bereaksi serius terhadap alergi,” tulis mereka.

Kelompok tersebut juga memposting sebuah surat terbuka kepada pencipta film anak-anak tersebut, yang di­tandatangani oleh Kenneth Mendez, Presiden dan CEO Yayasan Asma dan Alergi Amerika, meminta mereka untuk memeriksa kembali penggambaran alergi makan­an mereka dan menahan diri untuk tidak mengejek mereka di kemudian hari.

Organisasi lain, termasuk organisasi Penelitian dan Pe­nelitian Alergi Makanan, juga memperingatkan keluarga tentang adegan alergi di Face­book. “Kami ingin membuat Anda sadar bahwa melihat pemandangan ini mungkin mengganggu sebagian anak-anak,” tulis mereka.

Sebuah badan amal Aus­tralia untuk orang-orang de­ngan alergi yang mengancam jiwa juga meminta pencipta film tersebut untuk menge­luarkan permintaan maaf dalam sebuah petisi Change. org yang mendapat lebih dari 10.000 tanda tangan.

Pada hari Minggu (11/2), Sony Pictures mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa film tersebut “seha­rusnya tidak menyepele­kan” karakter dengan alergi “bahkan dengan cara kartun dan slapstick.” “Kami dengan tulus menyesali hal itu karena tidak peka terhadap masalah ini, dan kami mohon maaf.” Film tersebut dibuka pada hari Jumat untuk ulasan yang beragam, demikian New York post. AFP/S-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment