Koran Jakarta | December 13 2017
No Comments

Perlu Persistensi untuk Meraih Mimpi

Perlu Persistensi untuk Meraih Mimpi

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : Persisten

Penulis : MHusnil dan Pandji P

Penerbit : Bentang Pustaka

Cetakan : September, 2017

Tebal : xvi + 172 halaman

ISBN : 978-602-291-419-8

Apa itu persisten? Persisten berarti kegigihan. Persisten menjadi kunci keberhasilan seseorang menghadapi setiap kendala tugas atau pekerjaan. Cerita dialami komika Pandji P selalu berhasil menemukan jalan keluar setiap permasalahan untuk menyukseskan misi keliling dunia. Dalam buku ini, pembaca tidak hanya disuguhkan cerita perjuangan mencapai mimpinya, tapi juga dapat mempelajari sikap yang harus dimiliki seseorang, jika ingin sukses.

Dibutuhkan tim yang juga sama ngotot untuk bisa mewujudkan mimpi-mimpi. Tim yang bisa menemani dalam perjalanan panjang. Dalam proses meraih mimpinya, manajemen banyak membantu (hlm 30). Dengan bantuan manajemen, dia selalu berhasil menemukan cara melewati berbagai kendala. Contoh menjelang tampil di Medan hampir gagal karena panitia tidak siap. Tiket sejumlah 1.000 lembar baru terjual 17. Dia lalu menggeber promo di radio dan mendatangi lokasi publik agar banyak orang tahu agenda penampilannya.

“Dengan mengabaikan istirahat dan masa-masa menikmati Kota Medan, panitia akhirnya berhasil menjual tiket sampai 300 lembar. Memang tidak mencapai target, tetapi setidaknya jumlah itu lebih baik ketimbang 17 lembar” katanya (hlm 93).

Masalah tak berhenti di situ. Beberapa hari setelah pulang dari Jerman, Pandji dan manajemen harus menerima pil pahit karena diputus kontrak oleh sponsor dan hampir mengancam perjalanan Afrika Selatan dan Jepang. Beruntung masih ada dana untuk terbang ke Afrika Selatan dan Jepang.

Namun, setelah itu tidak ada dana ke Australia yang tinggal menghitung hari dan Amerika Serikat berlangsung dalam hitungan minggu. Proposal ke berbagai perusahaan, belum direspons.

“Dia memang gagal, tetapi kekuatannya untuk mengatasi kegagalan lebih besar” (hlm 107). Dengan persistensi, Pandji dan manajemen tidak menyerah begitu saja. Mereka akhirnya bisa mendapat dana transportasi yang cukup untuk ke Australia, Amerika Serikat, dan Inggris.

Dana didapat dari penjualan tiket pertunjukan Jakarta. Sehari terjual 1.500 lembar! Ini terjadi karena mereka menjual tiket presale untuk peringatan HUT Republik Indonesia, tanggal 17 Agustus.

Selain inspiratif, dan penuh pesan moral, buku dilengkapi guyonan-guyonan dan berbagai cerita lucu dalam perjalanan ke 24 kota di lima benua. 

Diresensi Muhammad Fajar Rivaldi, Mahasiswa Jurnalistik Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment