Perkuat Kelola Sampah di 5 Destinasi Wisata | Koran Jakarta
Koran Jakarta | February 25 2020
No Comments
Hari Peduli Sampah

Perkuat Kelola Sampah di 5 Destinasi Wisata

Perkuat Kelola Sampah di 5 Destinasi Wisata

Foto : KORAN JAKARTA/SURADI
PENJELASAN KLHK | Kepala Pusat Standardisasi Lingkungan dan Kehutanan, KLHK, Noer Adi Wardojo (tengah) ketika memberi penjelasan terkait pengelolaan sampah di 5 destinasi wisata prioritas, di Kantor KLHK Jakarta, Kamis (13/2).
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyiapkan beberapa standar dalam pengelolaan sampah. Ini menyambut inisiatif dan inovasi produk, teknologi dan layanan dari pihak bisnis dan masyarakat/komunitas yang turut berkontribusi dalam menyelesaikan permasalahan pengelolaan sampah.

Kepala Pusat Standardisasi Lingkungan dan Kehutanan (Pustanlinghut), KLHK, Noer Adi Wardojo mengatakan hal itu dalam acara “Media Briefing” bertema ‘Dukungan Standardisasi untuk Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Sampah’ di Kantor KLHK di Jakarta (13/2).

Acara ini rangka menuju peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2020, serta untuk memperkuat pengelolaan sampah, penanganan sampah di laut dan pengelolaan sampah plastik pada 5 (lima) destinasi pariwisata prioritas nasional,

Dijelaskan Noer Adi, saat ini bisnis baru jasa pengelolaan sampah yang terpadu dan lebih bertanggungjawab terus berkembang di Indonesia yang merupakan bentuk perbaikan pengelolaan sampah dari sumbernya dengan pendekatan bottom up.

Lebih lanjut Noer menerangkan, Indonesia telah bergerak menuju circular economy melalui tersedianya produkproduk plastik ramah lingkungan yang menggunakan bahan baku berupa plastik daur ulang domestik. Inisiatif lain yang disampaikan dalam Media Briefing ini berkaitan dengan penanganan sampah laut dan residu.

“Dalam mengatasi residu sampah dari kegiatan pemilahan dan pengolahan, alternatif pengolahannya adalah teknologi pengolah sampah berbasis thermal yang saat ini telah tersedia di pasaran dengan kapasitas pengolahan skala kecil, menengah dan besar” terang Noer.

Sementara Direktur Pengelolaan Sampah, KLHK, Novrizal Tahar pada kesempatan yang sama juga menyampaikan bahwa, circular economy sudah menjadi kosep dan tema besar dari pengelolaan sampah di Indonesia. Oleh sebab itu supaya circular economy bisa maksimal dalam solusi pengelolaan sampah, perlu dibangun ekosistem yang baik. Ada ekosistem yang kita bangun, bukan hanya spot-spot saja. Sehingga dari hulu hingga hilir, proses pengelolaan sampah dapat berjalan dengan baik.

Menurut Novrizal, membangun circular economy ini dengan baik, perlu banyak hal yang dilakukan. Pertama, menurut Novrizal adalah perlu membangun instrumen-instrumen yang mendukung ekosistem circular economy tersebut tumbuh dengan baik. Novrizal memberikan apresiasi atas pekerjaan baik yang telah dilakukan oleh Pustanlinghut dengan membuat standar-standar untuk mendukung ekosistem circular economy. sur/AR-3

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment