Koran Jakarta | November 22 2019
No Comments
Revolusi Industri 4.0

Perfilman Harus Gunakan Teknologi Terbaru

Perfilman Harus Gunakan Teknologi Terbaru

Foto : ISTIMEWA
Men­ristekdikti, Mohamad Nasir
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Di era Revolusi Industri 4.0, industri perfilman dalam negeri sudah harus mu­lai menggunakan teknologi perfilman terbaru agar dapat berkompetisi di tingkat glo­bal. Program studi di bidang perfilman di perguruan tinggi dapat bersinergi dengan dunia industri perfilman agar tercipta ekosistem yang baik.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Men­ristekdikti), Mohamad Nasir mengatakan film Indonesia harus mampu menjadi pemain utama di dalam negeri, bukan menjadi film alternatif. Ide kre­atif dari para sineas muda dan mahasiswa-mahasiswa perfil­man Indonesia sangat penting agar film Indonesia menjadi tuan di rumah sendiri.

“Jangan sampai Indonesia hanya menjadi pasar bagi in­dustri film luar negeri. Film In­donesia harus menjadi pilihan utama para penikmat film nasi­onal,” kata Menristekdikti, usai acara nonton bareng film Be­bas, di Jakarta, Kamis (17/10).

Nasir menginginkan film Indonesia juga dapat menjadi media pemersatu dan mem­bangkitkan rasa nasionalisme. Untuk itu, pihaknya berharap kepada sineas Indonesia agar memasukkan pesan-pesan kebangsaan, persatuan, tole­ransi dan saling menghargai perbedaan di dalam film karya mereka.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Ke­budayaan, Kementerian Pen­didikan dan Kebudayaan (Ke­mendikbud), Hilmar Farid, mengungkapkan film menjadi salah satu sektor yang ma­suk dalam prioritas pemerin­tah. Untuk itu, pihaknya terus mendorong agar film sebagai produk seni maupun industri bisa sampai pada masyarakat di daerah-daerah.

Sementara itu, Kepala Ba­dan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf, mengatakan film sebagai produk industri memiliki potensi yang sangat besar. Sebagai salah satu sub­sektor ekonomi kreatif, film bisa menggerakan subsektor lain.

Triawan menilai sejauh ini film sudah mengalami be­berapa perkembangan luar biasa. Hal tersebut bisa dilihat dari kuantitas dan kualitas film serta meningkatnya jumlah pe­nonton dan bioskop di Indone­sia. ruf/E-3

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment