Peranan Masyarakat dalam Pencegahan Covid-19 | Koran Jakarta
Koran Jakarta | April 9 2020
No Comments
Virus Korona

Peranan Masyarakat dalam Pencegahan Covid-19

Peranan Masyarakat dalam Pencegahan Covid-19

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Covid-19 terus merebak di seluruh pelosok Tanah Air. Untuk itu dibutuhkan peranan semua pihak untuk ikut berpartisipasi melakukan pencegahan terhadap penyebaran virus yang mematikan tersebut.

Salah satu kebijakan pemerintah terkait pencegahan penyebaran virus korona makin meluas adalah melakukan social distancing (jaga jarak) bagi masyarakat. Epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Syahrizal Syarif mengatakan ada beberapa indikator kebijakan ‘di rumah aja’, yakni belajar di rumah, bekerja di rumah, dan beribadah di rumah. Tiga indikator ini harus diterjemahkan praktiknya dalam kehidupan sehari-hari dengan pemantauan.

“Jadi, keberhasilan kebijakan menjaga jarak sesuai harapan jika kebijakan tersebut dipantau masing-masing pemerintah daerah. Anak-anak sekolah diliburkan atau belajar di rumah, ini harus dipantau, apa benar anak-anak itu ada di rumah, tidak boleh justru anak-anak diajak orang tuanya untuk liburan,” ungkapnya.

Masyarakat tak perlu berpikir tentang vaksin, lanjutnya, tapi saat ini masyarakat harus melakukan pencegahan, mengikuti anjuran para ahli, dan menaati aturan pemerintah. Tangani dan lakukan pencegahan. Untuk menemukan vaksin virus, itu membutuhkan waktu yang lama.

Terkait dengan tanggap darurat nasional, Syahrizal mengatakan, Badan Intelijen Negara menjelaskan, darurat nasional untuk kasus Covid-19 hingga Mei atau Ramadan.

“Artinya sekitar 60 hari ditambah 30 hari sehingga tanggap darurat nasional dirancang 90 hari hingga 29 Mei 2020,” ujarnya.

Perkiraan masa puncak sangat dipengaruhi dari langkah-langkah penanggulangan yang dilakukan pemerintah dan masyarakat. “Saya berharap kasus Covid-19 bisa mulai turun kurang dari 40 hari,” tambahnya.

Virus korona merupakan jenis penyakit yang menular melalui orang yang sakit. Jadi, kalau pemerintah secepatnya menemukan atau mendeteksi orang yang sakit, itu artinya pemerintah sudah melakukan langkah pencegahan penyebaran virus secara luas.

“Jadi nomor satu ialah, secepat mungkin menemukan orang yang sakit. Kedua menyiapkan fasilitas kesehatan serta memisahkan berbagai jenis pasien. Jangan dicampur-campur. Jika masyarakat juga menyambut dan melaksanakan langkah-langkah medis yang telah ditetapkan, saya yakin Indonesia akan melewati pandemi ini dengan cepat tanpa harus menunggu tenggat darurat nasional yang ditetapkan pemerintah pada 29 Mei 2020,” tukasnya.

Lakukan Berbagai Langkah

Virus Korona (Covid-19) semakin mengancam negeri ini, setiap harinya jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) maupun pasien yang positif terkena virus ini semakin meningkat, khususnya di wilayah Bogor.

Beberapa hari lalu, Pemerintah Kota Bogor menetapkan status KLB korona untuk Bogor, keputusan ini diambil setelah merebaknya virus Covid-19 di Bogor dan sekitarnya.

Berbagai upaya dalam rangka penanganan virus Covid-19 telah dilakukan oleh berbagai pihak terutama tenaga medis dan gugus tugas percepatan penanganan Covid -19 di setiap daerah.

Tenaga medis sebagai garda terdepan, siap siaga 24 jam mengorbankan waktunya dalam menangani semua pasien yang terkena virus Covid-19 begitu juga dengan gugus tugas penanganan Covid-19 yang terus berupaya melakukan berbagai langkah agar penyebaran virus corona ini tidak semakin bertambah luas.

Sudah banyak anggota masyarakat yang terkena dampak dari penyebaran virus ini terutama bagi para pasien positif ataupun pasien PDP yang harus terisolasi selama kurang lebih 2 minggu sehingga tidak bisa bertemu dengan anggota keluarga lainnya.

Buka Dapur Umum

Pada kesempatan yang sama, Rumah Makan Bumi Aki (RMBA) sebagai salah satu restoran keluarga tergerak untuk ikut serta dalam penanganan Covid-19 dalam bentuk aksi sosial membuka dapur umum yang menyediakan kebutuhan makanan bagi tenaga medis, gugus tugas penanganan Covid-19 dan keluarga pasien yang terkena virus Covid-19.

Makanan yang dibuat di dapur umum ini diberikan kepada gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Bogor untuk dibagikan kepada tenaga medis dan anggota keluarga pasien yang kurang mampu.

“Kegiatan membuka dapur umum yang dilakukan RMBA ini sebagai bentuk aksi kepedulian sosial dan mendukung penanganan Covid-19, kita sebagai pelaku usaha tidak bisa menjadi dokter atau tenaga medis yang dapat membantu menangani pasien yang terkena Covid-19 secara langsung, tetapi kita bisa ikut berkontribusi dalam penanganan Covid-19 ini dengan memberikan makanan yang sehat bagi para pahlawan yang sedang berjuang untuk menyembuhkan para pasien virus corona dan juga kepada anggota keluarga pasien yang harus terus menjaga daya tahan tubuhnya dengan asupan makanan yang sehat,” ujar Ayu Putri Anggraini, Public Relation RMBA.

Ayu menjelaskan bahwa makanan yang disiapkan dari RMBA ini sudah pasti terjaga keamanan dan kesehatannya, karena RMBA sangat menjunjung tinggi higienitas yaitu dari bahan baku yang diterima, proses memasak sampai makanan tersebut disajikan.

Selain itu tim produksi yang memasak makanan tersebut juga merupakan SDM yang menerapkan standar higiene dan sanitasi yang tersertifikasi yaitu tim produksi yang bekerja dipastikan tidak sedang sakit karena dilakukan pengecekan kondisi kesehatan sebelum bekerja, menggunakan masker, menggunakan penutup kepala dan menggunakan sarung tangan ketika memproduksi makanan.

“Kita semua bisa mendukung dan melakukan upaya pencegahan dan penanganan Covid-19 ini secara bersama-sama agar penyebaran virus ini berangsur menghilang, selalu optimistis agar semua pasien bisa disembuhkan dan seluruh masyarakat aman dari penyebaran virus Covid-19,” pungkas Ayu. pur/R-1

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment