Koran Jakarta | November 22 2019
No Comments

Peran Vital Enzim bagi Kesehatan Tubuh

Peran Vital Enzim bagi Kesehatan Tubuh
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : Mukjizat Enzim
Penulis : Hiromi Shinya, MD
Penerbit : Gramedia
Cetakan : April 2019
Tebal : 152 halaman
ISBN : 978-602-03-1124-1

Untuk membuat tubuh sehat dan awet muda bisa dengan menjaga enzim agar selalu stabil. Jika enzim atau enzyme power melemah, proses penuaan berjalan cepat. Artinya, tubuh akan mudah terserang berbagai penyakit. Enzim is­tilah umum untuk katalis protein yang dibentuk dalam sel makhluk hidup. Enzim terlibat dalam semua kegiatan untuk mempertahankan kehidupan seperti penggabungan dan pemeca­han zat di dalam tubuh, pencernaan, pembangunan, detoksifikasi, dan lain-lain (hal vii).

Mengingat betapa pentingnya peran enzim terhadap kesehatan tu­buh dan peremajaan kulit, orang harus memahami cara menjaga agar enzim selalu stabil. Buku ini membahas peran dan manfaat enzim. Kemudian, cara menstabilkan serta memperoleh tubuh sehat dan bugar.

Langkah awal harus menjaga ke­sehatan usus yang merupakan organ pencerna dan penyerap makanan. Bila usus sehat, nutrisi penting dapat diserap dengan baik. Sedangkan ampas makanan yang tidak dibutuhkan dan racun (toksin) di dalamnya dikeluar­kan sebagai feses. Tetapi jika sembelit, pembuangan toksin tidak lancar, meng­akibatkan kulit bermasalah (hal 6).

Jika raut usus buruk, enzim akan terkuras dalam jumlah besar guna menguraikan toksin yang terbentuk di dalamnya. Dengan demikian, ca­dangan enzim berkurang. Ini mem­buat kemampuan menangkal oksidasi menurun. Maka, agar cadangan enzim tetap besar, harus memelihara kebiasa­an makan dan hidup agar raut usus tetap bagus. Semakin banyak jumlah cadangan enzim, tubuh semakin sukar teroksidasi. Dengan kata lain, tidak mudah mengalami penuaan (hal 11).

Masyarkat Jepang pada tahun 1688–1703 banyak mengonsumsi beras cokelat atau belum diputihkan. Beras cokelat mengandung pati dan zat gula. Dia juga mengandung serat makanan, vitamin, mineral, serta kaya enzim. Karbohidrat bermutu baik tersebut dapat dicerna dan diserap se­cara optimal. Ini membuat orang tidak perlu khawatir toksin yang mudah ter­jadi pada pencernaan dan penyerapan protein atau lemak. Selain itu, karena kaya serat, beras cokelat juga meng­obati sembelit dan mempermudah pembuangan toksin (hal 20).

Orang yang banyak mengonsumsi lemak dan protein hewani, mem­peroleh enzim terlalu sedikit dan menggunakan lebih banyak enzim untuk pencernaan. Cadangan enzim akan cepat berkurang (hal 32). Jika ingin memiliki kulit cantik, kencang dan tampak belia, maka dianjurkan banyak mengonsumsi air putih.

Air memiliki peran penting bagi ke­sehatan tubuh. Dia bermanfaat untuk mengangkut nutrisi yang diperlukan dan membuang sampah sisa metabo­lisme. Air juga membantu proses kerja enzim. Tanpa air, enzim tidak bisa be­kerja. Sebab untuk menarik keluar ke­kuatan enzim agar bekerja dengan baik diperlukan jumlah air yang cukup.

Selain itu, asupan air yang cukup juga akan menata aliran pada organ pencernaan dan melancarkan pem­buangan toksin. Air menata kese­imbangan bakteri dalam usus dan membantu pembentukan enzim. Air juga berperan penting bagi sistem kekebalan (hal 49). Maka, orang dihar­uskan minum air putih sekitar 1,5-2 liter per hari. Diresensi Ratnani Latifah, Alumna Universitas Islam Nahdlatul Ulama, Jepara

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment