Koran Jakarta | April 22 2018
No Comments
Membangun Indonesia

Penyuluh Agama Harus Tumbuhkan Harapan dan Optimisme

Penyuluh Agama Harus Tumbuhkan Harapan dan Optimisme

Foto : ANTARA/Aji Styawan
Berikan Arahan - Presiden Joko Widodo berpidato saat menghadiri Silaturahmi Penyuluh Agama Jawa Tengah 2018 di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (14/4).
A   A   A   Pengaturan Font

SEMARANG - Agama dan negara harus dapat berjalan beriringan dan saling memperkukuh, bukan untuk saling dipertentangkan. Negara memberikan perlindungan dalam berkeyakinan dan agama memberikan panduan ilahiah bagi masyarakat dalam berperilaku dan bermasyarakat.


“Oleh karena itu, peran penyuluh agama menjadi sangat penting untuk menghadirkan agama yang ramah untuk umatnya dan antar-umat beragama.

Penyuluh agama harus memberikan contoh dan teladan berbudi pekerti luhur, teladan untuk saling berinteraksi dengan penuh empati dan saling menghormati,”

kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sambutannya pada Silaturahmi Penyuluh Agama se-Jawa Tengah yang digelar di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, Sabtu (14/4).


Silaturahmi Penyuluh Agama se-Jawa Tengah ini dihadiri sebanyak 5.711 orang, baik dari perwakilan agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu.


Presiden mengingatkan bahwa penyuluh agama adalah pemandu umat yang harus dapat menumbuhkan motivasi, harapan dan optimisme, bukan pemandu yang menakut-nakuti dan menumbuhkan pesimisme. “Pikiran positif akan memancarkan aura semangat untuk seluruh umat kita,” ucapnya.


Lebih jauh, Presiden mengatakan bahwa aparat pemerintah dan para pemuka agama harus selalu bekerja sama untuk membangun Indonesia yang kokoh. Selain toleran dan saling pengertian,

menurut Presiden, juga harus terus bersinergi dan bekerja sama, menjaga sikap umatnya masing-masing. “Dan bekerja sama untuk meningkatkan saling pengertian antaragama, antaretnis dan antarstatus sosial,” ujar Presiden.


Menurut Presiden, peran agama dalam kehidupan masyarakat Indonesia sangat sentral. Berbagai hasil penelitian, lanjut Presiden, selalu menunjukkan bahwa mayoritas rakyat Indonesia di atas 80 persen menganggap agama merupakan hal yang sangat penting. fdl/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment