Pentingnya Kemasan Makanan Unik dan Kreatif | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 11 2019
No Comments

Pentingnya Kemasan Makanan Unik dan Kreatif

Pentingnya Kemasan Makanan Unik dan Kreatif
A   A   A   Pengaturan Font

Pertanyaan:

Bu Rossa, selama dua tahun kami sekeluarga menjalankan bisnis makanan dengan ke­masan hanya kotak putih atau styrofoam. Teman kami me­nyarankan untuk membuat ke­masan yang unik dan menarik untuk meningkatkan penjualan. Mohon advisnya Bu.

Jawaban:

Sebelum membeli sesuatu apa yang Anda lihat perta­ma kali? Pasti kemasannya bukan? Nah, itulah penting­nya desain kemasan untuk menarik pembeli. Semakin kreatif, pastinya pembeli akan semakin penasaran dan tertarik membelinya. Namun ternyata kemasan di Indo­nesia memiliki sejarah yang cukup panjang.

Dilansir dari sebuah jurnal Peranan Desain Kemasan da­lam Dunia pemasaran karya Christie Suharto. Kemasan sudah ada sejak jaman da­hulu, orang-orang Indonesia kuno membuat wadah dari bambu untuk menyimpan benda cair. Menjelang abad pertengahan, bahan-bahan kemasan terbuat dari kulit, kain, kayu, batu, keramik dan kaca. Tetapi pada jaman itu, kemasan masih terkesan seadanya dan lebih berfungsi untuk melindungi barang ter­hadap pengaruh cuaca atau proses alam lainnya yang dapat merusak barang.

Selain itu, kemasan juga berfungsi sebagai wadah agar barang mudah dibawa selama dalam perjalanan. Selama berabad-abad, fungsi sebuah kemasan hanyalah sebatas untuk melindungi barang atau mempermudah barang untuk dibawa.

Seiring dengan perkem­bangan waktu, peranan kemasan baru dirasakan pada tahun 1950-an, saat banyak munculnya super­market atau pasar swalayan, di mana kemasan harus “dapat menjual” produk-produk di rak-rak toko. Tetapi pada saat itupun kemasan hanya berfungsi memberikan informasi - memberitahu ke­pada konsumen tentang apa isi atau kandungan di dalam kemasan tersebut.

Baru pada tahun 1980-an di mana persaingan dalam dunia usaha semakin pelik, kalangan produsen saling berlomba untuk merebut perhatian calon konsumen, bentuk dan model kemas­an dirasakan sangat penting peranannya dalam strategi pemasaran. Di sini kemas­an harus mampu menarik perhatian, menggambarkan keistimewaan produk, dan ‘membujuk’ konsumen. Pada saat inilah kemasan meng­ambil alih tugas penjualan pada saat jual beli terjadi.

Hermawan Kartajaya, da­lam bukunya Marketing Plus 2000 Siasat Memenangkan Persaingan Global menga­takan bahwa teknologi telah membuat packaging berubah fungsi, dulu orang bilang “Packaging protects what it sells” atau yang berarti ke­masan melindungi apa yang dijual. Namun, rupanya saat ini beralih menjadi “Packag­ing sells what it protects” atau bila diterjemahkan “kemasan menjual apa yang dilin­dungi.”

Dengan kata lain, ke­masan bukan lagi sebagai pelindung atau wadah tetapi harus dapat menjual pro­duk yang dikemasnya. Jika sebuah kemasan memiliki desain brilian tentu menarik konsumen untuk membeli produknya.

Ada tiga alasan penting mengapa kemasan yang unik penting dalam pemasaran menurut Iwan Warya dalam buku Kemasan yang Menjual, yaitu:

  1. Dapat menciptakan loyalitas konsumen dengan memberikan pengaruh psikologis dan emosional. Contohnya melalui keunikan sebuah logo pada kemasan.
  2. Kemasan yang unik juga bisa menjadi standar perusahaan untuk menetap­kan harga. Menurut Bernd Schmitt, seorang brand strat­egist, “When your company or product provides specific experience that customers can see, hear, touch and feel, you are adding value and you can price that value.”
  3. Kemasan yang unik tentu membuat sebuah pro­duk menjadi berbeda (point of differentiation) di tengah persaingan merek yang se­makin ketat.

Kriteria Kemasan Makan­an Unik :

Selain mempertimbang­kan estetika, sebuah desain kemasan yang ditujukan untuk penjualan harus me­menuhi beberapa kriteria, antara lain:

  1. Stands out (menonjol)

Kriteria yang paling pen­ting adalah bahwa kemas­an harus menonjol. Kalau kemasan tidak atau kurang menonjol maka ia akan ke­hilangan fungsinya, karena suatu produk harus bersaing dengan berpuluh-puluh pro­duk lainnya dalam kategori yang sama di tempat penjual­an. Salah satu cara adalah dengan penggunaan warna yang cermat, karena kon­sumen melihat warna jauh lebih cepat daripada melihat bentuk atau rupa.

Warnalah yang perta­ma kali terlihat bila produk berada di tempat penjual­an. Warna yang terang akan lebih terlihat dari jarak jauh, karena memiliki daya tarik dan dampak yang lebih be­sar.

  1. Contents (Isi)

Kemasan harus dapat memberikan informasi ten­tang isi kemasan dan apa yang terkandung dalam pro­duk. Misalnya, pada kemasan produk-produk makanan biasanya dicantumkan kan­dungan gizi produk tersebut dan berapa kalori yang dihasilkan setelah konsu­men mengkonsumsi produk tersebut.

  1. Distinctive (Unik)

Secara keseluruhan de­sain kemasan harus unik dan berbeda dengan produk pesaing.

  1. Suitable (Sesuai)

Desain kemasan unik harus sesuai dengan produk yang dikemas. Misalnya, bentuk kemasan botol untuk produk cair.

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment