Penilaian Ujian SBMPTN Gunakan Sistem Baru | Koran Jakarta
Koran Jakarta | January 27 2020
No Comments
Seleksi Mahasiswa | Sosialisasi Dilakukan Sejak Dua Minggu Lalu

Penilaian Ujian SBMPTN Gunakan Sistem Baru

Penilaian Ujian SBMPTN Gunakan Sistem Baru

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font
Dinilai memiliki daya saring yang tinggi dan lebih berkeadilan bagi siswa yang benar-benar memiliki kompetensi, penilaian SBMPTN akan menggunakan sistem baru.

 

JAKARTA – Panitia Pusat Seleksi Bersama Masuk Pergu­ruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2018 mengubah aturan dalam sistem penilaian pada ujian tu­lis masuk PTN tersebut. Sistem baru ini diklaim lebih memiliki daya saring yang tinggi serta lebih berkeadilan bagi siswa yang benar-benar memiliki kompetensi.

“Metode penilaian pada SB­MPTN 2018 ini memperhitung­kan jumlah soal yang dijawab dengan benar dan salah oleh peserta serta memperhitung­kan karakteristik setiap soal jawaban yang salah atau tidak dijawab (kosong),” kata Sekre­taris Panita Pusat SNMPTN dan SBMPTN, Joni Hermana, saat dihubungi di Jakarta, Se­nin (9/4).

Setiap jawaban dari soal ti­dak langsung akan diproses menjadi nilai akhir, melainkan harus masuk ke proses tahap II. Pada tahap ini, para penilai akan menganalisis karakteristik jawaban dengan menggunakan pendekatan teori respons butir (item response theory). Metode ini akan mampu menganalisis tingkat kesulitan relatif ma­sing-masing soal terhadap soal yang lain.

“Dengan mendasarkan pada pola respons jawaban seluruh peserta tes tahun 2018. Dengan menggunakan model matema­tika, akan dapat diketahui ting­kat kesulitan soal-soal yang dikategtorikan mudah, sedang, maupun sulit,” kata Rektor Ins­titut Sepuluh November (ITS) Surabaya ini.

Menurut Joni, karakteristik soal yang diperoleh pada tahap II, kemudian digunakan untuk menghitung skor setiap peserta. Soal-soal sulit untuk menda­patkan bobot yang lebih tinggi dibanding soal-soal yang lebih mudah. Tahap-tahap penghi­tungan skor ini dilakukan oleh tim yang memiliki kompetensi di bidang pengujian, pengu­kuran, dan penilaian.

Dengan sistem ini, kata Joni, setiap peserta dapat menjawab jumlah soal yang sama dan be­nar, namun keduanya belum tentu akan memperoleh nilai akhir yang sama. “Meski soal yang benar jumlahnya sama, namun dapat memperoleh ni­lai yang berbeda tergantung pada soal mana saja yang me­reka jawab dengan benar,” pa­parnya.

Joni mencontohkan, peserta A dapat menjawab dengan benar lima soal yaitu 1,5,7,11, dan 13, sedangkan peserta B juga dapat menjawab lima soal dengan benar, yaitu nomor 1,5,9,12, dan 15. Kedua peserta tersebut akan mendapatkan skor akhir yang berbeda. “Ka­rena butir soal yang dijawab dengan benar oleh peserta A memiliki tingkat kesulitan ber­beda dengan butir soal yang dikerjakan dengan benar oleh peserta B,” tandas Joni.

Lebih Adil

Sistem penilaian ini sudah lama digunakan secara meluas di negara-negara maju seperti Amerika dan negara di Benua Eropa. Joni menilai dengan menyertakan karakteristik se­tiap soal dalam penilaian, skor yang diperoleh akan lebih adil dan dapat membedakan ke­mampuan peserta dengan le­bih baik. “Petunjuk pengerjaan soal yang sesuai dengan sistem penilaian di atas, sudah diser­takan pada setiap set soal yang dipilihkan,” ungkap Joni.

Adapun untuk sosialisasi su­dah dilakukan sejak Maret lalu, kemudian diinformasikan ke­pada pemangku kepentingan sampai akhir April 2018. Setiap akhir tahun, kata Joni, pelaksa­naan SNMPTN/SBMPTN ada proses evaluasi dan assessment terhadap pelaksanaan tahun berjalan. Jadi, sejak akhir tahun lalu sudah diputuskan oleh para rektor yang tergabung da­lam MRPTNI untuk mengubah sistem penilaian agar lebih adil.

Ketua Panitia SNMPTN/SB­MPTN 2018, Ravik Karsidi, me­nambahkan, sosialisasi akan dilakukan melalui seluruh humas panitia lokal dan PTN. “Sosialisasi baru mulai dua minggu lalu, dan akan diterus­kan melalui humas panlok dan PTN,” ujar Rektor Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) ini.

Ketua Panita Pusat SBMPTN 2018, Ravik Karsidi, menga­takan pendaftaran online un­tuk UTBC dan UTBK dibuka mulai tanggal 05 April 2018 pukul 08.00 WIB sampai de­ngan 27 April 2018 pukul 22.00 WIB. Ujian Tertulis (UTBC dan UTBK) sendiri akan digelar Se­lasa, 8 Mei 2018. cit/E-3

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment