Koran Jakarta | August 21 2019
No Comments
Pencegahan Penyakit

Pengobatan Penderita HIV/AIDS Harus Teratur

Pengobatan Penderita HIV/AIDS Harus Teratur

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Pemerintah me­lalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjamin pe­layan kesehatan bagi pende­rita Human Immunodeficiency Virus Acquired Immune Defi­ciency Syndrome (HIV/ AIDS). Jaminan tersebut mencakup ketersediaan obat antiretrovi­ral (ART) dan fasilitas kesehat­an bagi penderita HIV/AIDS di 7.000 puskesmas seluruh wila­yah Indonesia.

Karena itu, Menteri Kese­hatan (Menkes), Nila Moeleok, meminta para penderita HIV/AIDS untuk melakukan peng­obatan secara rutin dan teratur. Sebab, proses pengobatan vi­rus yang menyerang kekebalan tubuh ini dilakukan seumur hi­dup. Menurutnya, hal tersebut penting dilakukan untuk me­nekan jumlah penderita dan penularan HIV.

“Kalau kita menyadari ada HIV dalam diri kita, baiknya melakukan pemeriksaan. Tapi yang saya inginkan, kesadaran sendiri untuk memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan ke­sehatan (fasyankes). Jangan menularkan ke yang lain,” ujar Nila, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Ia mengatakan pemerintah masih terus mencari penderita HIV untuk kemudian diberikan pengobatan secara teratur. Saat ini sebanyak 338.000 orang su­dah ditemukan sebagai pen­derita HIV/AIDS dan 118.000 orang di antaranya yang patuh minum obat.

“HIV ini fenomena gunung es, yang ditemukan hanya se­bagian, dasarnya lebih banyak. Kita harus menemukan pende­rita HIV, kami mendorong un­tuk menemukan penderita HIV untuk bisa diobati,” jelasnya.

Menurutnya, Kemenkes juga sudah mendorong agar masya­rakat terutama ibu-ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan terkait HIV. Jika memang po­sitif, harus segera melakukan pengobatan agar anak bisa ter­hindar dari HIV.

Kalau anak sampai tertular HIV, kata Menkes, Kemenkes juga telah menyediakan obat untuk anak yang menderi­ta HIV dalam jenis sirup dan larutan.

Dalam mengatasi masalah HIV, Nila menyebut Kemen­kes juga merangkul komunitas penderita HIV atau ODHA. Ia juga mengimbau kepada masyarakat bahwa ODHA ti­dak usah dikucilkan dan takut tertular HIV selama ODHA ter­sebut sudah minum obat ARV secara teratur.

Periksa Kesehatan

Sementara itu, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pe­ngendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, Anung Sugihan­tono, menambahkan upaya untuk mencegah masalah ke­sehatan reproduksi salah satu komponennya adalah calon pengantin dianjurkan melaku­kan pemeriksaan kesehatan, terutama HIV/AIDS.

“Penderita HIV mendapat­kan perlakuan khusus. Yang penting, begitu ketemu ibu hamil positif HIV langsung di­beri obat agar virus HIV tidak menular pada anak. Setelah anaknya lahir, langsung diperik­sa. Kalau anak tersebut positif HIV, langsung diobati. Tapi, ka­lau ibunya taat minum ARV ti­dak akan menular ke anaknya,” tandasnya. ruf/E-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment