Koran Jakarta | September 19 2019
No Comments
Tanaman Obat

Pengembangan Obat Tradisional Mesti Didorong

Pengembangan Obat Tradisional Mesti Didorong

Foto : ISTIMEWA
Penny Lukito
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Pemerintah te­rus mendorong industri obat tradisional untuk melahirkan produk-produk dengan ni­lai jual dan daya saing tinggi. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mem­bentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pengembangan dan Pemanfaatan Jamu dan Fitofarmaka, serta terus ber­upaya mewujudkan kebijakan hilirisasi untuk mendukung akses dan ketersediaan obat nasional.

“Melalui Satgas tersebut, diharapkan terbangun sinergi nasional yang mendorong per­cepatan penelitian, pengem­bangan, dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi obat tradisional sehingga ha­sil penelitian dapat dihilirisasi atau dikomersialisasi menjadi produk obat herbal berkua­litas,” kata Kepala Badan POM, Penny K Lukito, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Ia mengungkapkan Indonesia memiliki potensi keanekara­gaman hayati terbesar di dunia, termasuk se­kitar 30 ribu jenis ta­naman dan hewan yang berpotensi untuk dijadikan obat. Potensi ini harus di­kembangkan melalui ber­bagai penelitian, dengan ha­rapan dapat dihilirisasi guna memenuhi permintaan akan obat tradisional dan suplemen kesehatan dari bahan alam yang semakin meningkat.

Penny juga menekankan pentingnya men­ciptakan pende­katan inovatif un­tuk mempercepat pengembangan obat-obatan tradisional dari bahan-bahan alami sampai de­ngan pengem­bangan fito­farmaka atau obat berbahan alam yang sudah lu­lus uji klinis.

Ia juga berhadap ada pe­nyederhanaan regulasi yang berorientasi pada peningkatan kualitas dan mempercepat pe­ngembangan industri obat tra­disional. “Dengan begitu akan meningkatkan tidak hanya aspek kesehatan namun juga meningkatkan volume per­dagangan dalam negeri mau­pun ekspor yang mendukung pengembangan ekonomi dae­rah dan nasional,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Ke­sehatan, Nila F Moeloek, meya­kini obat tradisional memiliki peluang untuk digunakan da­lam upaya promotif preventif. Menurutnya, obat tradisional sangat berguna terutama un­tuk menjaga daya tahan tubuh sebagai salah satu tradisi bu­daya masyarakat secara turun temurun dengan memanfaat­kan kearifan lokal.

Ia menyebutkan, berdasar­kan hasil riset kesehatan dasar dari tahun 2010 hingga 2018, masyarakat yang mengguna­kan upaya kesehatan tradisio­nal makin meningkat. Ini me­nunjukkan minat masyarakat dalam penggunaan obat tra­disional dan upaya kesehatan tradisional meningkat.

Untuk itu, ia meminta ada­nya kerja sama lintas sektor agar pengembangan industri obat tradisional bisa berkem­bang. ruf/E-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment