Koran Jakarta | October 18 2019
No Comments
Pembayaran Jalan Tol

Penerapan Nirsentuh Disiapkan

Penerapan Nirsentuh Disiapkan

Foto : ISTIMEWA
Basuki Hadimuljono
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama dengan badan usaha jalan tol (BUJT) tengah menyiapkan implementasi elektronifikasi transaksi tol menuju Multi Lane Free Flow (MLFF).

Penerapan sistem transaksi tersebut diyakini akan meningkatkan efisiensi waktu pembayaran dibanding dengan teknologi menempel uang elektronik saat ini.

Sebagai informasi, transaksi pembayaran jalan tol nirsentuh merupakan model pembayaran yang dilakukan dalam kecepatan normal dengan menggunakan teknologi yang dipasang di kendaraan, sehingga saldo berkurang secara otomatis. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Jakarta, pekan lalu mengatakan dengan penggunaan uang elektronik telah mengurangi waktu transaksi menjadi 4 detik dibandingkan transaksi manual 10 detik.

“Dengan penggunaan MLFF, manfaatnya sangat besar karena bisa menghilangkan waktu antrian menjadi nol detik. Manfaat lain adalah efisiensi biaya operasi dan meminimalisir bahan bakar kendaraan,” kata Basuki.

Saat ini elektronifikasi transaksi telah dilakukan di 50 ruas tol sepanjang 1.780 kilo meter (Km) yang pengusahaannya dilakukan oleh 33 Badan Usaha jalan Tol (BUJT) menggunakan uang elektronik chip based yang dikeluarkan oleh empat bank penerbit.

Transaksi non tunai tol diakuinya sudah 100 persen atau meningkat tajam dibandingkan pada Januari tahun 2017 yang masih 20 persen. Nilai transaksi per tahunnya diperkirakan mencapai 12 triliun rupiah.

 

Empat Tahap

 

Menurut Basuki, perlu empat tahapan untuk menuju Multi Lane Free Flow. Tahap 1 yakni pemberlakukan transaksi non tunai 100 persen dan Tahap 2 integrasi ruas tol telah dilakukan. Integrasi yang telah dilakukan yakni Tahun 2017 pada ruas tol Tangerang –Merak dan Jakarta-Tangerang, perubahan sistem transaksi di Ruas Tol Jagorawi dari tertutup menjadi terbuka.

Tahun 2018 dilakukan integrasi transaksi tol JORR W1 dengan Tol Prof. Sedyatmo, perubahan sistem transaksi tol Semarang ABC dan Semarang-Solo, JORR Akses Tanjung Priok dan Pondok Aren-Ulujami, dan penerapan Klaster 2 sampai Gerbang Tol Kalikangkung, Klaster 3 Semarang-Surabaya dan Klaster 4 Porong-Grati.

Tahap 3 dilakukan tahun 2019 yakni feasibility study MLFF dan ujicoba teknologi nir sentuh melalui Single Lane Free Flow (SLFF) dan tahap akhir yakni berlakunya MLFF bisa dilaksanakan tahun 2020. Saat ini sudah dilakukan ujicoba Single Lane Free Flow (SLFF) dengan menggunakan barrier sebanyak 3 lane di Tol Prof. Sedyatmo.

Dalam persiapan menuju MLFF, sejumlah tantangan seperti kliring perbankan dan settlement, pemilihan teknologi yang tepat, interoperabilitas antara BUJT dengan sektor transportasi lainnya dan sistem penegakan hukum. 

 

ers/E-9

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment