Penanganan Virus Korona di Indonesia Sesuai Standar WHO | Koran Jakarta
Koran Jakarta | May 30 2020
2 Comments
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan, Wiendra Waworuntu, Terkait Penanganan Virus Korona

Penanganan Virus Korona di Indonesia Sesuai Standar WHO

Penanganan Virus Korona di Indonesia Sesuai Standar WHO

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font
Kasus virus korona atau Novel Coronavirus (nCoV) yang bermula dari Kota Wuhan, Tiongkok, semakin hari jumlahnya bertambah. Hingga Kamis (6/2), jumlah kasus yang dilaporkan kepada World Health Organization tercatat 20.600 kasus lebih dengan angka kematian mencapai 536 orang.

 

Di Indonesia sendiri baru ada satu orang positif terhadap virus korona yaitu warga negara Indo­nesia yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di Singapura.

Untuk mengetahui kesiapan pemerintah menangani kasus ini, Koran Jakarta mewawancarai Direktur Pencegahan dan Pengen­dalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Wiendra Waworuntu. Berikut petikan wawancaranya.

Kesiapan Kemenkes dalam menangani status virus korona seperti apa?

Dalam penanganan virus korona ini, kita menjalankan prosedur-prosedur yang sudah ditetapkan oleh WHO. Salah satunya ter­kait masa observasi bagi orang yang suspek virus korona. Itu juga kita terapkan bagi 238 WNI dari Tiongkok yang beberapa hari dipulangkan karena sudah keputusan WHO. Kita ikuti terus perkembangannya karena virus korona ini dari indeks kesehatan global yang ada juga terus bertambah.

Fasilitas pelayanan kesehatan­nya sudah siap?

Kita sudah mengerahkan rumah sakit-rumah sakit di daerah-daerah yang sudah memenuhi kriteria sesuai pedoman untuk penanganan lebih spesifik. Kita juga sudah punya laboratorium untuk deteksi virus korona. Di tiap-tiap pintu ma­suk negara kita juga memper­siapkan thermal scanner untuk mengecek suhu bagi orang-orang yang datang ke Indonesia maupun keluar.

Tempat observasi 238 WNI di Natuna juga merupakan fasili­tas untuk merespons kasus virus korona. Fasilitas-fasilitas di tempat karantina itu sudah diasesmen dan hasilnya layak. Selain itu, prosedur untuk membersihkan lingkungan juga dijalankan bukan karena kasus virus korona, melainkan supaya tidak ada kontaminasi dari kuman.

Sejauh ini penularan virusnya seperti apa?

Virusnya berkembang terus. Tapi sejauh ini dari kasus-kasus yang ada itu, penularan dari hewan ke manusia, manusia ke manusia.

Ada kabar juga lewat makanan dan barang dari Tiongkok?

Itu tidak benar dan belum terbukti. Kalau dari segi ke­sehatan, tidak ada penularan virus korona melalui makanan dan minu­man. Tapi begini, untuk virus korona itu dia bisa mati di suhu 70 derajat Celsius. Jadi, kami mengimbau masyarakat untuk makan makanan yang masak sampai matang.

Bahkan ada kabar akan ada penghentian impor dari Tiongkok?

Masalah impor ada di kementerian lain, tapi tentu kita pasti tidak mau bahwa ekonomi di Tiongkok juga harus hidup, kita juga harus transaksi. Kalau karena makanan dan minumannya itu disetop, apakah itu tidak memengaruhi kita?

Ada kasus satu orang WNI di Singapura positif virus korona. Respons Kemenkes seperti apa?

Memang itu proses penyebaran­nya manusia ke manusia. Sejauh ini belum ada keputusan untuk me­nutup akses dari dan ke Singapura. Hanya ke Tiongkok saja yang ada imbauan seperti itu. Tapi, bagi yang ingin bepergian ke Singapura atau negara lain harus diingat untuk menjaga kesehatan pribadi. Kalau keberangkatannya bisa ditunda, lebih baik ditunda. Tapi, kalau tidak juga tidak jadi masalah.

Terkait anggaran untuk penangan virus korona?

Ini kan lintas kementerian. Jadi, anggaran keseluruhan bukan di kita saja. Semua berkontribusi tergan­tung tugas dan fungsi. Kemenkes dan pihak lain juga hati-hati meng­gunakan anggaran karena kita juga harus akuntabel dan transparan.

Imbauan untuk masyarakat?

Pertama, jangan menyebarkan dan terpengaruh berita-berita yang tidak benar atau hoaks karena seka­rang juga sudah ada sanksi bagi yang menyebarkan. Selain itu, karena virus korona ini belum ada vaksin­nya, masyarakat harus menjaga kesehatan dan meningkatkan imunitas karena dengan itu bisa terhindar dari virus korona. aden marup/AR-3

Klik untuk print artikel

View Comments

Ryan Ceanic Loan Firm
Sabtu 8/2/2020 | 14:47
Halo, saya Ryan Ceanic, pemberi pinjaman yang memberikan pinjaman seumur hidup. Apakah Anda memerlukan pinjaman mendesak untuk menghapus hutang Anda atau Anda memerlukan pinjaman modal untuk meningkatkan bisnis Anda? Kami membantu orang dalam kesulitan keuangan yang telah ditolak oleh bank dan lembaga keuangan lainnya? tidak perlu mencari lagi karena kami ada di sini untuk menjadikan semua masalah keuangan Anda sebagai masa lalu. Kami meminjamkan dana kepada individu yang membutuhkan bantuan keuangan dengan tingkat bunga 1%. kami memberikan bantuan yang dapat diandalkan dan penerima. Untuk aplikasi dan informasi lebih lanjut, kirim balasan ke yang berikut ini
Alamat email: ryanceanicloanfm@protonmail.ch
Whatsapps: +4915772501298
ARIF HIDAYAT
Jumat 7/2/2020 | 08:56
Data pribadi
negara Indonesia
Nama: Arif Hidayat
Alamat: Jl.ds.lamangkona tawaeli
Sudah dua tahun sekarang saya telah memberikan kesaksian tentang bagaimana saya meminjam Rp30 juta dari AVANT Loan Company dan beberapa orang meragukan saya karena tingkat penipuan online. AVANT Loan telah memberi saya satu hal lagi untuk tersenyum karena setelah menyelesaikan angsuran pinjaman bulanan yang saya pinjam sebelumnya, saya memohon kepada Ibu Deborah bahwa saya ingin pergi untuk ekspansi bisnis lebih lanjut sehingga saya menyerahkan tambahan Rp250 juta setelah melalui proses hukum saya. pinjaman disetujui oleh manajemen mereka dan saya menerima pinjaman saya dalam waktu kurang dari 2 jam di rekening bank BCA saya. Saya tidak memiliki tantangan dengan bank karena Bu Deborah dan tim manajemen pinjaman terbatas Avant telah dianggap sebagai pemberi pinjaman yang sah sehingga tidak ada masalah sama sekali.
Untuk pinjaman apa pun, saya sangat merekomendasikan Avant Loans Limited hari ini dan selalu
e_mail: [avantloanson@gmail.com]

WhatsApp: +6281334785906

Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh.

Submit a Comment