Koran Jakarta | July 19 2018
No Comments
Penyaluran Kredit

Pemprov DIY Pacu Pembiayaan Ultra Mikro

Pemprov DIY Pacu Pembiayaan Ultra Mikro

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

SLEMAN – Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggenjot sosialisasi pembiayaan Ultra Mikro (UMi). Pembiayan UMi merupakan program pemerintah pusat dalam rangka menyalurkan fasilitas pembiayaan kepada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang belum tersentuh Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Skema pembiayaan yang diluncurkan pada 2017 itu menyediakan dana yang bersumber dari pemerintah pusat atau bersama pemerintah daerah atau pihak lain untuk memfasilitasi pembiayaan kepada usaha mikro. Kepala Bidang PPA II Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi DIY, Ludiro mengungkapkan dari 61 juta UMKM Nasional, baru sekitar 17 juta yang bisa tercover.

Sisanya, 44 juta belum bisa terjangkau karena belum memenuhi syarat. “Hari ini kami mencoba untuk memperkenalkan dan melakukan pendalaman terhadap program pemberdayaan usaha ultra mikro, yakni usaha yang berada di bawah mikro,” ungkapnya di Sleman, DIY, Kamis (12/7).

Ludiro menerangkan, bagi masyarakat yang ingin mengakses UMi ini, bisa melalui lembaga penyalur, yakni Pengadaian, BAT, maupun Permodalan Nasional Madani dengan plafon kredit sampai dengan 10 juta rupiah. “Kelebihan dari program ini adalah lembaga penyalur melakukan pendampingan debiturnya. Sehingga dengan pendampingan itu bisa tetap menjalankan usahanya dengan bagus, serta mampu melakukan angsurannya tadi,” jelasnya.

 

Persyaratan Mudah

 

Mengenai persyaratan dari kredit ini pun cukup mudah, yakni pemohon tidak sedang mendapatkan pembiayaan lain, memberikan Nomor Induk Kependudukan (NIK), serta Surat Ijin Usaha yang bisa diterbitkan oleh Pemerintah Daerah atau Lembaga Penyalur. “Cukup mudah, dan tidak memandang usahanya berapa lama.

UMi bisa dijadikan skema pembiayaan ultra mikro, menggantikan peran rentenir, karena kebanyakan orang yang kredit di rentenir tidak berpikir bunga, tapi mudah tidak membayarnya, ini yang sedang dikembangkan,” katanya. Untuk tahun ini, alokasi yang disediakan pemerintah untuk pembiayaan UMi mencapai 2,5 triliun rupiah, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 1,5 triliun rupiah. 

 

YK/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment