Koran Jakarta | October 16 2018
No Comments
suara daerah

Pemkab Gencar Promosikan Pariwisata di Banyuwangi

Pemkab Gencar Promosikan Pariwisata di Banyuwangi

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

 

 Gegap gempita keme­riahan Asian Games yang akan berlangsung di Jakarta dan Palembang pada 18 Agustus–2 September mendatang juga dirasakan masyarakat di berbagai dae­rah. Hal itu terlihat dari pelak­sanaan torch relay (kirab obor) Asian Games, yang diawali dengan proses penyalaan dari api abadi yang tersimpan di Stadion Nasional Dhyan Chand, New Delhi, India, Min­ggu (15/7/).

Setelah obor tiba di Mrapen, Grobogan, Jawa Te­ngah, 18 Juli lalu, perjalanan kirab dimulai ke 53 kota yang berada di 18 provinsi. Pemer­intah berharap selain pelaksa­naan kejuaraan olahraga Asian Games, kirab obor dapat menjadi kesempatan pusat dan daerah-daerah yang dila­lui untuk mengenalkan budaya serta potensi wisata setempat kepada dunia.

Untuk mengetahui upaya jajaran Pemerintah Kabu­paten Banyuwangi menjadi­kan pawai obor Asian Games sebagai bagian dari ajang promosi pariwisata daerah itu, wartawan Koran Jakarta, Selocahyo, berkesempatan mewawancarai Bupati Banyu­wangi, Abdullah Azwar Anas, di Banyuwangi, baru-baru ini. Berikut petikan selengkapnya.

Apa harapan Anda atas Banyuwangi menjadi daerah yang dilintasi obor Asian Games?

Tentu kami berterima kasih ke pemerintah pusat dan INASGOC (Panitia Penye­lenggara Asian Games) yang telah memberi kepercayaan untuk menyambut obor Asian Games. Banyuwangi ikut merasa memiliki ajang ini, karena bangga Indonesia menjadi tuan rumah ajang terbesar se-Asia. Kita ingin warga Banyuwangi demam Asian Games, mampu meny­erap inspirasi dari perhelatan akbar ini.

Keistimewaan apa yang digelar dalam acara pe­nyambutan?

Banyuwangi menggelar serangkaian atraksi untuk me­meriahkan kedatangan obor Asian Games. Obor dibawa ke puncak Gunung Ijen, Banyuwangi, yang terkenal memiliki fenomena alam blue flame (api biru) yang langka di dunia. Obor dibawa ke kaki Gunung Ijen pada 21 Juli pukul 19.00 WIB, lalu ada prosesi penyerahan obor kepada tim Banyuwangi. Selanjutnya Obor dibawa ke puncak Gunung Ijen. Setelah berada di puncak Ijen, obor diarak menuju Pendopo Banyuwangi melalui jalan-jalan utama kota. Api obor dibawa oleh atlet dan warga berprestasi Banyuwangi.

Apa alasan memilih Gunug Ijen?

Pemerintah pusat memilih Gunung Ijen ka­rena ingin menunjuk­kan bahwa Indonesia punya destinasi yang menawan dengan fenomena api biru. Sebagai promosi pesona wisata Kawah Ijen yang sudah ikonik, dan cukup dikenal di mancanegara. Prosesi ini juga disebarluaskan media-media se-Asia.

Bagaimana bentuk promosi kesenian daerah?

Sepanjang jalan yang dilalui pawai obor ditampilkan be­ragam kesenian Banyuwangi. Kami tunjukkan kepada neg­ara-negara Asia kalau Banyu­wangi adalah daerah yang kaya akan seni dan budaya. Sangat meriah, mulai kelompok Tari Gandrung yang baru saja di­undang manggung di Amerika Serikat, karnaval etnik Banyu­wangi Ethno Carnival, hingga kesenian Barong.

Acara lain?

Tiap akhir pekan, di Banyu­wangi tidak pernah lepas dari ber­bagai atraksi yang menarik. Event Banyu­wangi Festi­val 2018 telah mengagenda­kan 77 acara yang dihelat tiap akhir pekan. Bersamaan de­ngan pawai obor, ada

festival memengan (mainan) tradisional, festival teknologi inovasi, hingga festi­val komoditas agrobisnis, pen­tas musik Lalare Orchestra.

Bisa digambarkan festival mainan tradisional?

Wisatawan Banyuwangi bisa menyaksikan ribuan anak-anak beratraksi me­mainkan berbagai permainan tradisional Nusantara. Mu­lai egrang bambu, gasing, bedhil-bedhilan, gobag sodor, engklek, dakon, bintang aliyan, medi-median, balap karung, klompen panjang, tarik tam­bang hingga dagongan.

Permainan jadul dipa­radekan di sepanjang jalan protokol, mulai depan kantor Pemkab Banyuwangi menuju Taman Blambangan. Memang membutuhkan energi, tapi menyenangkan dan me­nyehatkan. Banyak nilai positif yang diajarkan, mulai persaingan sehat dan persaudaraan.

Bagaimana dengan festival teknologi ino­vasi?

Pameran ini salah satu cara kami untuk merang­sang inovasi bagi pelajar dan maha­siswa dari seluruh Banyu­wangi agar mereka gemar bereksperi­men dan mencari solusi atas persoalan di lingkungannya. Seperti pembuatan mesin pelubang mulsa (plastik untuk tanaman cabai pada per­mukaan tanah), pembuatan pupuk cair pertanian dari lim­bah ikan, budi daya hidropnik seledri hingga pengembangan teknologi speed boat dengan drone.

Jadi, inovasi yang bisa menjadi solusi di lingkun­gannya. Meski sederhana teknologi yang bermanfaat. Inovasi teknologi pedesaan yang telah ada maupun hasil riset yang dibuat oleh kam­pus kami munculkan. Biar publik tahu bagaimana pro­ses lahirnya sebuah inovasi. Bahwa teknologi tidak hanya penemuan besar, tapi hal-hal sederhana juga bisa.

Potensi seni musik?

Sabtu malam digelar pertunjukan Lalare Orkestra, kelompok musik yang berang­gotakan lebih dari 100 anak SD hingga SMP, dari sekolah-sekolah di Banyuwangi. Mer­eka memainkan beragam alat musik khas, seperti gendang, rebana, dan angklung, yang diorkestrasikan dalam paduan yang menarik. Orkestra ini menarik, karena mengangkat muruah musik-musik Banyu­wangi, dangdut, jazz, dan pop lewat genre alat musik etnik. Kelompok musiknya pernah meraih penghargaan dari Pasific Asia Travel Association (PATA) kategori Heritage And Culture, 2016 lalu.

N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment