Koran Jakarta | June 18 2019
No Comments
Suara Daerah

Pemkab Banyuwangi Terus Kembangkan Pariwisata

Pemkab Banyuwangi Terus Kembangkan Pariwisata

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Memasuki tahun 2019, Pemerintah Kabu­paten (Pemkab) Banyuwangi kembali meng­gelar event tahunan Banyu­wangi Festival (B-Fest). B-Fest merupakan acara tahunan yang diselenggarakan Pemkab Banyuwangi pada rentang waktu Oktober hingga Desem­ber setiap tahunnya.

Acara itu dilaksanakan untuk memperingati hari jadi Kabupaten Banyuwangi yang jatuh pada 18 Desember. B-Fest digelar juga dalam rangka menarik minat wisatawan agar datang ke daerah yang terletak di ujung paling timur Pulau Jawa itu.

Terdapat 99 event dan 20 additional event yang telah disiapkan dalam acara yang telah digelar sejak 2012 terse­but. Selain B-Fest, Pemkab Banyuwangi juga melakukan berbagai upaya dan terobo­san untuk mempertahankan dan menguatkan citra daerah tersebut sebagai tujuan wisata.

Untuk mengetahui apa saja yang telah dan akan dilakukan jajaran Pemkab Banyuwangi untuk meningkatkan kun­jungan wisatawan ke daerah ini, wartawan Koran Jakarta, Selocahyo, berkesempatan mewawancarai Bupati Banyu­wangi, Abdullah Azwar Anas, di Surabaya, baru-baru ini. Berikut petikan selengkapnya.

Bisa dijelaskan penekanan B-Fest pada tahun ini?

Event tahun ini lebih ba­nyak. Dari 77 event tahun lalu, berkat partisipasi seluruh ma­syarakat Banyuwangi, tahun ini menjadi 99 event. Sejumlah kegiatan tersebut, di antara­nya ada tiga event yang masuk dalam 100 Calender of Event (CoE) Wonderful Indonesia Kementerian Pariwisata (Ke­menpar). Ini semakin memacu semangat kami, karena untuk masuk dalam kalender 100 CoE, Banyuwangi harus bersa­ing dengan lebih dari 200 event lain se-Indonesia.

Apa saja event yang ter­pilih?

Sebanyak dua event budaya, Banyuwangi Ethno Carnival, festival tari Gandrung Sewu, serta event olahraga interna­tional, Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI).

Adakah langkah khusus untuk mengatasi penurunan kunjungan wisatawan yang biasa terjadi di awal tahun?

Awal tahun memang biasanya low season, karena semua orang sudah pergi liburan saat akhir tahun. Den­gan dukungan Kemenpar, ada program promosi Wonderful Banyuwangi Hot Deals, yang berlaku mulai Januari sampai Maret 2019.

Seperti apa program tersebut?

Kalau di pemasaran smartphone ada strategi bundling, jual ponsel sekaligus layanan operator selulernya. Nah, ini di wisata, ada tiket pesawat, hotel, kuliner, des­tinasi wisata, dibundel dalam satu paket penjualan. Harga yang ditawarkan lebih mu­rah. Penawaran dengan diskon pasti menciptakan permin­taan. Wisatawan hanya perlu membayar paket seharga 995 Ringgit Malaysia atau sekitar 3,8 juta rupiah, sudah bisa menik­mati liburan ke Banyuwangi.

Paket sudah termasuk tiket Kuala Lumpur-Banyuwangi pergi-pulang yang dilayani Citilink, menginap dua malam di sejumlah hotel berbintang di Banyuwangi, transportasi, menikmati sejumlah objek ung­gulan, dan wisata kuliner. Kare­na perilaku konsumen pasti senang dengan diskon. Apalagi kalau diskonnya besar. Semua pemangku kepentingan dilibat­kan, mulai hotel, pengelola destinasi, hingga agen perjala­nan wisata untuk mendongkrak kunjungan wis­man.

Se­lain awal tahun, kapan strategi ini akan digu­nakan lagi?

Ke depan tentu kami laku­kan lagi, tinggal strategi waktu­nya kapan didiskon. Misalnya, saat bulan puasa, bisa dipas­tikan tingkat kunjungan wisa­tawan Nusantara menurun, apalagi bagi Banyuwangi yang mengandalkan wisata alam seperti pegunungan, pantai, dan taman nasional. Maka pada bulan puasa nanti, paket wisatanya dikonsentrasikan ke pasar non-muslim. Wisatawan Australia, misalnya, kami galang mereka lewat Bali me­lalui paket wisata agar datang ke Banyuwangi.

Langkah lain untuk men­dukung mobilitas wisatawan?

Kami sudah menyiapkan terminal wisata terpadu, ino­vasi sarana transportasi wisata yang terintegrasi dengan hotel, pusat jajanan, dan oleh-oleh. Lokasinya strategis, di pintu masuk kota Banyuwangi. Terminal wisata terpadu ini memiliki luas satu hektare, dulunya pasar rakyat yang sekarang direvitalisasi men­jadi pasar pariwisata dan terminal terpadu.

Bagaimana dengan rencana pengembangan ke depan?

Nantinya menjadi pusat aktivitas pari­wisata Banyuwan­gi. Di sini akan dilengkapi tour­ist information centre (TIC), kios oleh-oleh, ter­minal pusat transportasi untuk menuju ke tempat-tempat pariwisata. Ada juga dormitory, kios dan los pasar, nantinya juga dibangun kafe, musala, counter agen perjalanan wisata.

Harapan kepada pemerin­tah pusat?

Tentu kami ada keter­batasan dalam mengelola terminal ini. Kami berharap, Ditjen Hubdar yang memiliki kewenangan dalam penanga­nan transportasi darat, agar membantu mengembangkan terminal terpadu ini, seperti mempersiapkan operasional kendaraannya.

Apa inovasi pariwisata lain?

Kami memberikan perha­tian khusus pada pengelolaan sampah di sejumlah destinasi wisata, karena faktor keber­sihan penting untuk kenya­manan wisatawan. Dengan pengelolaan sampah yang baik, destinasi wisata bakal semakin ramai dikunjungi.

Bisa dijelaskan implemen­tasinya?

Kami bersinergi den­gan BUMN, PT Pegadaian. Untuk tahap awal akan dilaku­kan di kawasan Pantai Pulau Merah. Ini adalah program terobosan, di mana sesuatu yang tidak bernilai seperti sam­pah bisa diubah menjadi emas. Warga akan diajari memilih dan memilah sampah lalu sampah yang sudah diolah itu bisa ditukarkan dengan emas dalam bentuk tabungan.

N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment