Koran Jakarta | September 16 2019
No Comments
Pengelolaan Maritim

Pemerintah Dorong Nelayan Melek Teknologi

Pemerintah Dorong Nelayan Melek Teknologi

Foto : ANTARA/Saiful Bahri
A   A   A   Pengaturan Font

SUKABUMI – Pemerintah mendorong digitalisasi pengelolaan kekayaan laut oleh nelayan di kawasan pesisir. Selain meningkatkan pemanfaatan potensi laut, langkah tersebut diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan nelayan yang selama ini rentan terhadap kemiskinan.

Pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan potensi lain tersebut tertuang dalam Program Satu Juta Nelayan Berdaulat yang diluncurkan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman RI Luhut Binsar Pandjaitan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ciwaru, Kabupaten Sukabumi, Jawa Brat (Jabar), akhir pekan lalu. Program tersebut diluncurkan guna memaksimalkan potensi kekayaan laut Indonesia.

Pada 2019, Program Satu Juta Nelayan Berdaulat menargetkan 300 Kabupaten dan Kota yang berada di pesisir Indonesia dengan jumlah peserta minimal 300 ribu. Lewat program tersebut, Luhut optimistis nelayan Indonesia, khususnya Jabar mulai melek digital, salah satu buktinya adalah tempat pelelangan ikan (TPI) Online yang sudah beroperasi di Sukabumi.

Dia menambahkan para nelayan bisa mengakses internet saat berlayar sejauh 60 kilometer dari pesisir. “Nanti dari tengah laut sudah bisa transaksi. Nelayan bisa mulai menjual ikannya ataupun kebutuhan. Nanti tersinkronisasi lewat Fish Mart,” ujarnya seperti disampaikan dalam pres rilis Humas Jawa Barat, kemarin.

Pengelolaan kekayaan laut saat ini masih rendah, sekitar 7,5 persen. Padahal, Indonesia memiliki potensi di sektor maritim sebesar 1,3 triliun dollar AS per tahun.

 

Minim Teknologi

 

Situasi itu karena dua hal, yakni minimnya teknologi dan kemampuan nelayan menggunakan teknologi tergolong rendah. Karena itu, dalam Program Satu Juta Nelayan Berdaulat, ada pelatihan kepada 1.000 orang, meliputi nelayan, RT, pengurus koperasi nelayan, petugas TPI, dan pembina nelayan. Salah satu bentuk pelatihan adalah cara menggunakan aplikasi Fish On.

Aplikasi berbasis android itu dilengkapi dengan fitur pencurian ikan, pengawetan ikan, penjualan ikan, komunikasi pencatatan hasil tangkapan ikan, panic button untuk permintaan bantuan dalam kondisi darurat, fitur pembayaran elektronik, dan fitur belanja kebutuhan sehari hari. Jika program tersebut dapat terealisasi secara optimal, Luhut optimistis roda ekonomi nelayan Indonesia akan berputar semakin cepat.

Selain itu, kesejahteraan nelayan Indonesia meningkat secara signifikan. Sementara itu, Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum mengatakan program tersebut bisa berjalan apabila nelayan terlibat aktif.

Dengan pengembangan teknologi, Uu berharap kerja nelayan akan terbantu yang berdampak pada banyaknya ikan hasil tangkapan. Aplikasi tersebut juga berguna sampai proses penjualan dan distribusi ikan hasil tangkapan nelayan. 

 

tgh/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment