Koran Jakarta | July 19 2018
No Comments
Divestasi Saham

Pemerintah Beli Saham Freeport Rp53,9 Triliun

Pemerintah Beli Saham Freeport Rp53,9 Triliun

Foto : ANTARA/Wahyu Putro A
Nota Perjanjian - Dirut PT Inalum, Budi Gunadi (kanan) dan CEO Freeport McMoran, Richard Adkerson bertukar nota perjanjian divestasi saham PT Freeport Indonesia di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (12/7).
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS), Freeport McMoran, yang telah berpuluh-puluh tahun mengeruk hasil tambang di bumi Papua, akhirnya sepakat untuk melakukan pembaruan kontrak dengan pemerintah Indonesia.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani, mengatakan penandatanganan perjanjian awal (heads of agreement/HoA) antara PT Indonesia Asaham Aluminium (Inalum), Freeport, dan Rio Tinto merupakan sebuah langkah yang maju dan strategis untuk mewujudkan kesepakatan antara pemerintah dan Freeport McMoran.

“Dengan ditandatanganinya Heads of Agreement, artinya sudah dicapai divestasi. Harapannya partnership antara Freeport, Inalum, dan pemerintah mampu meningkatkan kepastian di dalam korporasi dan nilai tambah industri ekstraktif Indonesia, serta bisa menambahkan kemakmuran Indonesia dan Papua,” kata Sri Mulyani usai penandatangan HoA di Jakarta, Kamis (12/7).

Di tempat yang sama, Direktur Utama Inalum, Budi Gunadi, menjelaskan usai penandatangan HoA dengan Freeport McMoran selaku induk usaha dari PT Freeport Indonesia (PTFI), pemerintah Indonesia siap untuk mengakuisisi 51 persen saham PT Freeport Indonesia (PTFI).

Budi mengatakan dalam akuisisi ini, nantinya 40 persen hak partisipasi (participating interest/PI) Rio Tinto di tambang Grasberg dibeli oleh Inalum, kemudian hak partisipasi tersebut dikonversi menjadi saham.

Langkah selanjutnya yang dilakukan adalah Inalum akan membeli saham Freeport McMoran untuk mencapai tambahan 5,4 persen saham hingga menjadi 51 persen.

“Jadi, Rio Tinto dengan Indonesia, Indonesia dengan Freeport. Rio Tinto juga sudah setuju dan sudah tanda tangan,” kata Budi.

Terkait dana sebesar 3,85 miliar dollar AS atau setara 53,9 triliun rupiah (kurs 14.000 rupiah per dollar AS) untuk membeli 51 persen saham Freeport Indonesia, Budi Gunadi mengatakan dana tersebut berasal dari pinjaman perbankan.

“Ada 11 bank yang siap membantu mendanai transaksi. Selain itu, holding pertambangan BUMN pun menyiapkan uang tunai sebesar 1,5 miliar dollar AS,” ujarnya.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo bersyukur proses negosiasi dengan Freeport mencapai kesepakatan. “Ya, seperti kita ketahui, Freeport Indonesia telah kelola tambang hampir 50 tahun dengan porsi kepemilikan 9,36.

Inilah 3,5 tahun yang kita usahakan sangat alot, jangan dipikir mudah, dan begitu sangat intens sekali dalam 1,5 tahun ini, tapi memang kita kerjain ini diam, karena ini menyangkut negosiasi yang tak mudah,” tutur Jokowi. ers/fdl/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment