Pemberitaan Bali “Kota Hantu” Tidak Benar | Koran Jakarta
Koran Jakarta | May 30 2020
No Comments

Pemberitaan Bali “Kota Hantu” Tidak Benar

Pemberitaan Bali “Kota Hantu” Tidak Benar

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Pariwisata Bali masih ramai, puluhan ribu wisatawan, baik domestik maupun mancanegara masih berkunjung ke sana.

Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa sejumlah pemberitaan yang menyebutkan bahwa Bali ibarat menjadi kota hantu akibat menurunnya kunjungan wisatawan Tiongkok sejak merebaknya wabah virus corona (Covid-19) sama sekali tidak benar.

“Jangan percaya pada pemberitaan di beberapa media yang mengatakan Bali sebagai kota hantu. Saya tegaskan itu tidak benar, karena apa yang kita lihat sekarang, Bali masih hidup pariwisatanya,” kata Koster dalam peluncuran Calendar of Event Tahun 2020 Kota Banjarmasin di Kuta, Kabupaten Badung, Sabtu (22/2). Koster menandaskan pariwisata Bali masih ramai, sekitar puluhan ribu wisatawan, baik domestik maupun mancanegara masih berkunjung ke Pulau Dewata.

“Ini menunjukkan bahwa Bali masih sebagai destinasi pariwisata terbaik di dunia. Bali masih nyaman, dan menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan,” ucapnya. Oleh karena itu, dia mengundang seluruh masyarakat dunia untuk tidak takut datang ke Pulau Dewata, karena hingga saat ini Bali masih aman dan Koster berharap musibah virus corona bisa segera diatasi.

Sementara itu terkait dengan peluncuran Calender of Event Banjarmasin, Gubernur Koster mengatakan sektor pariwisata di indonesia memang sudah semestinya terus dibangun karena semakin ke belakang sektor pariwisata menjadi sektor unggulan yang paling cepat dirasakan dampaknya oleh masyarakat dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Saat ini sektor pariwisata terus melonjak dan bahkan sekarang menempati peringkat kedua setelah minyak dan gas sebagai penghasil devisa negara.

“Pariwisata yang dikelola dan dipelihara dengan baik, tidak akan pernah habis tidak seperti sumber daya alam yang lain. Untuk membangun pariwisata semua daerah di Indonesia harus bersinergi satu sama lain. Suatu hari Banjar masin juga diharapkan bisa maju pariwisatanya seperti Bali,” pungkasnya.

Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina menyampaikan apresiasi terhadap perkembangan pariwisata Bali, meski banyak isu menerpa wilayah Bali namun pariwisatanya tetap eksis.

Ibnu Sina menyampaikan bahwa Banjarmasin memiliki seribu sungai dan menjadi kota dengan sungai terindah di Indonesia. Untuk itu pihaknya optimistis dengan potensi alam serta budaya yang dimiliki sektor pariwisata bisa menjadi sektor penggerak pertumbuhan perekonomian daerahnya.

Dengan peluncuran Calendar of Event 2020 di Bali ini, Ibnu Sina berharap akan menjadi titik awal yang baik bagi upaya membangun branding Banjarmasin dan merupakan momentum untuk belajar pariwisata langusng dari pusat pariwisata dunia yaitu Bali.

Acara peluncuran Calendar of Event 2020 Kota Banjarmasin juga diisi dengan pameran kerajinan Banjarmasin, pentas seni dan budaya. Turut hadir pada kesempatan ini perwakilan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Bali dan Kalimantan Selatan, Jajaran Forkopimda Banjarmasin, para pelaku pariwisata Bali dan Banjarmasin serta undangan lainnya. Ant/ars

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment