Koran Jakarta | October 24 2017
No Comments
Kesehatan Tubuh

Pemanis Buatan Mengacaukan Kinerja Metabolisme Karbohidrat

Pemanis Buatan Mengacaukan Kinerja Metabolisme Karbohidrat

Foto : foto-foto: istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Ada banyak kesalahpahaman di kalangan awam terkait pemanis buatan. Beberapa peneliti mengklaim bahwa pemanis buatan sama buruknya dengan gula biasa, sementara banyak peneliti berpegang teguh bahwa pemanis buatan nonkalori, seperti stevia, merupakan pilihan terbaik bagi zatpemanis.


Kesalahpahaman itu akhirnya bisa diakhiri saat peneliti dari Yale University bernama Dana Small, berhasil menguak rahasia dari pengaruh pemanis buatan terhadap tubuh kita. Dalam penelitiannya, Small tak mencari tahu apakah pemanis buatan menyehatkan atau tidak, namun mencari tahu apa pengaruh pemanis buatan terhadap tubuh kita.


Apa yang ditemukan Small ternyata amat mudah, yaitu pemanis buatan telah “menipu” dari tubuh dan otak kita. Lewat sebuah penelitian yang amat sederhana untuk merampungkan penelitiannya, Small menyiapkan lima minuman dengan sejumlah kalori yang berbeda-beda.

Semua minuman itu mengandung pemanis dengan tingkat kalori berbeda, yaitu: nol, 37,5 kalori, 75 kalori, 112,5 kalori, dan 150 kalori. Sejumlah partisipan dalam penelitian ini diminta untuk meminum minuman ini selama beberapa pekan dan dari hasil penelitian awalnya ternyata amat mencenggangkan Small.


Otak partisipan menerima respons paling tinggi saat menenggak minuman dengan kadar 75 kalori, mengalahkan partisipan yang meminum minuman dengan kalori rendah maupun kalori paling tinggi. Hasil ini membuktikan bahwa asupan kalori yang banyak tak berarti akan meningkatkan aktivitas otak dari partisipan dan hasil ini dinilai tak masuk akal.


Walau begitu, Small berkeyakinan membutuhkan dua tahun penelitian lagi yang pada akhirnya bisa menghasilkan kesimpulan peran pemanis buatan bagi progran diet kita.

Namun, berdasarkan laporan terakhir yang diungkapkan Small, tingkat kemanisan dan kalori yang tepat, metabolisme tubuh bisa mencerna kalori secara tepat. Saat kalori terlalu tinggi bagi level kemanisan (seperti pada minuman dengan kadar 150 kalori) atau yang paling rendah maka tingkat metabolisme semuanya berguguran.


“Sepertinya sistem metabolisme mengangkat tangan menyerah dan tak tahu apa yang mesti mereka perbuat,” kata Small dalam sesi wawancara dengan Vox. “Rasa bisa mengubah nasib metabolisme dari kalori,” imbuh Small.


Peran Pemanis Buatan


Kesimpulan Small menggiring kita pada pertanyaan “jadi apa peran pemanis buatan bagi diet kita?” Ada banyak produsen pemanis buatan yang menggembar-gemborkan bahwa produk mereka memiliki kalori rendah,

dan pemanis buatan (seperti yang tertera dalam minuman soda diet ataupun yoghurt bebas lemak) telah “menipu” badan kita, karena tak semua kalori tersebut terbakar dalam metabolisme tubuh kita. Ada beberapa kalori “bersembunyi di organ liver, otot, ataupun lemak tubuh dan hal itu amat tak diinginkan, kata Small.


Berdasarkan penelitian Small ini kemudian berhasil menjelaskan beberapa temuan terkait diet dengan mengonsumsi makanan dengan pemanis buatan yang kadarnya tinggi bisa berpengaruh pada metabolisme.


“Jika pemanis mengacaukan kinerja metabolisme karbohidrat maka hal ini akan jadi temuan penting dalam menerangkan mekanisme kegagalan metabolik seperti kita cermati dari diet ketat dengan mengonsumsi makanan olahan,” jelas Small.


Ada beberapa hal yang juga patut dipertimbangkan saat kita mengonsumsi perpaduan makanan dengan pemanis berkalori rendah maupun tinggi dengan karbohidrat, seperti minum diet soda dengan roti lapis. Jaringan otak dan tubuh akan kebingungan terkait apa yang harus mereka lakukan terhadap kalori yang dihasilkan dari kombinasi asupan ini.


Saat mengonsumsi secara terpisah seperti meminum soda diet saat perut kosong, semua kalori itu akan secara mudah dicerna.


Memang penelitian Small masih memerlukan waktu lama. Namun, dari hasil awal, kita tahu bahwa makanan dengan kalori rendah dan pemanis buatan yang kita konsumsi, tak terlalu menolong kita saat kita ingin membakar sebanyak mungkin kalori.

Kesimpulannya,sebaiknya kita tetap mengonsumsi pemanis alami, makanan yang utuh dan segar tanpa telah melalui proses jika kita mengkhawatirkan kegiatan diet yang kita lakukan. ils/ hellogiggles.com/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment