Koran Jakarta | February 20 2018
No Comments
Kasus Suap

Pejabat Jasa Marga Dituntut Dua Tahun Penjara

Pejabat Jasa Marga Dituntut Dua Tahun Penjara

Foto : ANTARA / Dhemas Reviyanto
sidang penuntutan - Terdakwa kasus suap kepada Auditor BPK Sigit Yugoharto, Setia Budi, bersiap seusai menjalani sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (13/2).
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - General Mana­ger PT Jasa Marga (Persero) Tbk Cabang Purbaleunyi, Setia Budi, dituntut dua tahun pen­jara ditambah denda 100 juta rupiah subsider tiga bulan ku­rungan. Tuntutan disampaikan karena Setia menyuap satu unit motor Harley Davidson dan be­berapa kali memfasilitasi kara­oke auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Agar majelis hakim pen­gadilan tindak pidana korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memutuskan terdakwa Setia Budi dinyatakan secara sah dan meyakinkan secara hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara berlanjut,” kata jaksa penuntut umum dari Komisi Pemberan­tasan Korupsi (KPK), Subari Kurniawan, di Pengadilan Tin­dak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa (13/2).

Setia memberi satu unit mo­tor Harley Davidson Sportster 883 tahun 2000 nomor polisi B 5662 JS dan beberapa kali fasi­litas hiburan malam di karaoke Las Vegas Plaza Semanggi ke­pada Sigit Yugoharto, auditor madya BPK selaku Ketua Tim Pemeriksa BPK. Sigit melak­sanakan pemeriksaan de­ngan tujuan tertentu (PDTT) atas pengelolaan pendapatan usaha, pengendalian biaya dan kegiatan investasi pada PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Motor gede senilai 115 juta rupiah dan fasilitas karaoke sejumlah total 107,877 juta ru­piah itu diberikan karena Sigit Yugoharto telah mengubah hasil temuan sementara tim pemeriksa BPK atas PDTT PT Jasa Marga (Persero) Tbk ca­bang Purbaleunyi tahun 2015 dan 2016.

Berikan Pelayanan

Saat proses pemeriksaan tersebut, Setia Budi memberi­kan sejumlah pelayanan kepada tim pemeriksa BPK. Pertama, pada 8–10 Mei 2017 dilakukan pemeriksaan dan selama pe­meriksaan tim pemeriksa BPK menerima fasilitas menginap selama 3 hari di hotel Santika Bandung yang seluruhnya se­nilai 7,09 juta rupiah.

Kedua, pada 8 Mei 2017, tim pemeriksa BPK, antara lain Epi Sopian, Kurnia Setiawan Su­tarto, Bernat S Turnip, dan Roy Steven ke Havana Spa & Karoke di Jalan Sukajadi No 206 Ban­dung bersama dengan Cucup Sutrisna, Asep Komarwan, dan Andriansyah dengan biaya se­besar 41,721 juta rupiah yang dibayar Janudin dari PT Gienda Putra yang merupakan subkon pelaksana beberapa proyek di PT Jasa Marga cabang Purbaleunyi. n mza/N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment